# Tags
#Medan

Citi Kopi Club H5-J5 Gelar Silahturahmi dengan Pengusaha dan Tokoh Masyarakat

KampusMedan – Medan, Citi Kopi Club H5-J5 mengadakan silahturami dengan pengusaha dan para tokoh masyarakat Kota Medan, 10 November, di Jalan Palang Merah Medan. Pertemuan Citi kopi H5-J5  membahas isu politik dan ekonomi yang berkembang saat ini.

Anggota DPR RI dari PDIP dr Sofyan Tan dan beberapa tokoh masyarakat Tionghoa,  memberikan pandangan berharganya masing-masing terkait perkembangan isu tanah air. Tak hanya anggota DPR RI dr Sofyan Tan yang  angkat bicara, ada juga pimpinan salah satu media di Medan yaitu Setiawan SE; pengembang properti Tarman; ahli keuangan Darmin SE,MBA,CIMBA; Ketua Citi Kopi Klub H5-J5 dan juga tokoh masyarakat Tansri Chandra; hingga pelukis dan penulis Rong Junxiang memberikan komentar dan pandangannya.

Pertemuan silahturami tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Sumatra Utara, Rudy Hermanto; Ketua PDIP Medan Area Bobby; Ketua Perkumpulan Teochew Bersatu Medan dan Managing Director Institut Bisnis IT&B, Dr. Agus Susanto Tan; Ahli Keuangan dan Konsultan Investasi Indonesia, Manajer Panin Sekuritas Medan Darmin SE MBA CIMBA; Ketua MATAKIN Sumut, Muslim Linggouw; serta berbagai elit Tionghoa, pengusaha, pejabat notaris, guru, dan mahasiswa universitas.

Ketua Tansri Chandra dalam sambutannya  menyampaikan, pihaknya duduk bersama membahas strategi politik dan ekonomi negara kita dengan tema “Lestarikan Desa Rakyat Makmur” serta memberikan pandangan berharga.

Selanjutnya, ahli keuangan Darmin,SE,MBA,CIMBA  menjelaskan secara rinci masalah investasi dan pinjaman bank di Indonesia. Pengembang properti, Tarman memberikan pandangan tentang kebijakan pembelian rumah yang menguntungkan.

dr Sofyan Tan, anggota parlemen berbicara tentang pemilihan Presiden yang akan diadakan tahun depan (2024), mengingatkan masyarakat untuk memilih dengan pandangan yang benar, memahami situasi, dan memberikan suara untuk pemimpin baru yang mampu membangun negara kita.

Ia berpesan, dalam pesta demokrasi mendatang dapat menyatukan berbagai etnis, menghormati keberagaman agama, menciptakan masyarakat yang harmonis, dan melayani rakyat. Ia memberikan proposal konstruktif, menyatakan bahwa pembangunan harus dimulai dari desa, dengan mengembangkan sektor pertanian, pembangunan infrastruktur dasar, memastikan kelancaran transportasi bahan pokok, serta membangun sekolah-sekolah untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas untuk melayani bangsa dan masyarakat.(REL/MBB)