# Tags
#Kampus

GMI dan UMI Teken MoU dengan World Canaan Movement Korea

KampusMedan – Medan, Gereja Methodist Indoensia Wilayah I, Universitas Methodist Indonesia (UMI) dan Fakultas Pertanian UMI melakukan penandatanganan MoU dengan World Canaan Movement (WCM) Korea, yang dilakukan di Kampus III UMI Jln.Harmonika Medan, Senin (10/7/2023).

Bishop GMI Wilayah I, Pdt.Kristi Wilson Sinurat STh,MPd mengatakan, Lembaga Canaan Farmer School bukan hanya lembaga yang bergerak di bidang pertanian, bukan fokus teknologinya saja yang diharapkan dari mereka, tapi juga pembentukan pola pikir menghadapi hidup masa yang akan datang.

“Kerjasama ini sangat bagus untuk pembentukan pola pikir dan karakter mahasiswa UMI, dan juga mahasiswa Sekolah Tinggi Theologia dan jemaat GMI secara keseluruhan. Lewat kerjasama ini kita harapkan terjadi perubahan pola pikir, perubahan karakter ke arah yang lebih kuat dan maju. Juga akan menambah skill mahasiswa dan jemaat GMI di bidang pertukangan, bidang las maupun keahlian lainnya, sehingga memiliki modal yang cukup menghadapi hidup di masa yang akan datang”,jelasnya.

Rektor UMI dan WCM Korea bersalaman usai tanda tangan MoU

Rektor UMI, Dr.Humuntal Rumapea MKom mengatakan, melalui penandatanganan MoU tersebut diharapkan mampu mengubah pola pikir mahasiswa UMI secara umum dan mahasiswa Fakultas Pertanian UMI secara khusus, ke arah yang lebih baik dan maju.

“Canaan Farmer School mampu membawa perubahan besar di Korea Selatan, mampu membawa ekonomi Korea Selatan menjadi Negara maju. Kita berharap lembaga ini mampu mengubah pola pikir mahasiswa kita, mampu membangun karakter mereka menjadi lebih baik, menjalani proses dengan baik untuk mencapai hasil yang lebih baik ke depan”,ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian UMI, Ir.Jones Simatupang MSi mengatakan, pihaknya siap mengimplementasikan hasil MoU tersebut di lapangan. “Sesuai harapan bapak rektor tadi, kita di Fakultas Pertanian siap action. Semoga pola pikir mahasiswa kita ini bisa terbangun dengan baik, karakter mereka kuat dan teruji menghadapi  industri pertanian bisa terbentuk dengan baik”,tambahnya.

Dekan Fakultas Pertanian UMI tanda tangan MoU dengan WCM Korea

Vice President World Canaan Movement (WCM), Kwan Soo Lee, ketika ditanya media menjelaskan, bahwa Indonesia secara umum merupakan kawasan yang sangat baik untuk diajak kerjasama mengembangkan banyak hal ke masa yang akan datang, mulai dari mengubah pola pikir dan karakter untuk maju dari berbagai aspek.

“Sama seperti Negara Thailand, Bangladesh, Philipina, China, Burma dan Pulau Jawa di Indonesia yang sudah bekerjasama dengan kita, lewat pengubahan pola pikir dan karakter masyarakat dan mahasiswa secara khusus, akan mampu mengubah gaya hidup yang lebih baik dan bermakna untuk memajukan masyarakat. Jangan menggantungkan 100 persen upaya pengembangan masyarakat kepada pemerintah, kita harus punya inisiatif untuk bergerak. Kami berterimakasih pimpinan GMI Wilayah I mengajak kami datang ke sini, semoga kehadiran kami membawa manfaat”,pungkasnya.

Untuk diketahui, Canaan Farmer’s Institute Korea (Sekolah Pertanian Korea) resminya terbentuk pada tahun 1962. Sejak berdiri sampai sekarang, sekolah ini telah banyak melatih siswa-siswa. Alumninya berasal dari bermacam-macam lapisan masyarakat mulai dari instansi pemerintahan, mulai dari jenjang terbawah sampai teratas seperti menteri dan para staf-stafnya, instansi pendidikan rendah sampai pendidikan tinggi, dari mahasiswa sampai profesor universitas terkenal, termasuk melatih juga militer mulai dari prajurit sampai jenderal, pemimpin agama seperti pastor, bitsui dan lainnya.

Foto bersama Bishop GMI, Ketua Yayasan, Rektor UMI, Dekan Fak.Pertanian UMI dan petinggi WCM Korea

Penerapan sistem sekolah ini diyakini yang menyebabkan kemajuan Korea Selatan seperti sekarang ini. Pada tahun 2002 dibentuk World Canaan Movement (Pergerakan Canaan Dunia). Sampai sekarang ini sudah ada 6 Sekolah Pertanian Canaan di luar Korea, yakni Thailand, Bangladesh, Philipina, China, Burma, dan Indonesia. Di Indonesia berlokasi di desa Karangpapak Cisolok Pelabuhan Ratu Sukabumi Jawa Barat. Yang sedang dibangun adalah di Palestina, Kamboja, dan India.

Acara penandatanganan MoU yang dihadiri jajaran yayasan, dosen dan kurang lebih 200 mahasiswa Pertanian UMI tersebut,  diawali dengan ibadah, dimana Pdt.Guntur Ginting STh,MPd menyampaikan Firman Tuhan yang diambil dari Lukas 22,23, tentang pemimpin yang melayani.

Kemudian dilanjutkan dengan acara seremoni dengan penyampaian laporan panitia yang disampaikan Ketua Panitia Pdt.Guntur Ginting STh,MPd, dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara GMI dengan WCM, UMI dengan WCM dan Fakultas Pertanian UMI dengan WCM.

Vice President WCM Korea Kwan Soo Lee ketika menyampaikan paparannya, diterjemahkan oleh Desti Veracy Silalahi SSi,MSi

Seminar Sesi I dengan topik “Canaan Strategies in Transformation” menampilkan Vice President WCM Korea Kwan Soo Lee, yang diterjemahkan Dosen UMI yaitu Desti Veracy Silalahi SSi,MSi. Seminar Sesi II dengan topik “The Canaan Movement in the Bible” yang disampaikan oleh Vice President WCM Korea Hyun Chul Kim.

Usai lunch break, dilanjutkan kembali Seminar Sesi III dengan topik “Vision and Direction of the WCM”, yang disampaikan oleh Vice President WCM Korea Kwan Soo Lee. Kemudian Seminar Sesi IV dengan topik “Sejarah dan Arti Canaan Movement Business dan Misi”, disampaikan oleh General Secretary WCM Korea Jung Woo Park.(RED/MBB)