# Tags
#Bisnis

Gelar Pre-Event FEKDI 2023, BI Perkuat Sinergi Dorong Inovasi Ekonomi Digital

KampusMedan – Medan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara gelar Pre-event Festival Ekonomi Keuangan Digital (FEKDI) Sumutrakuler Ramadan Fiesta 2023 di Pos Bloc Jalan Pos Medan, Jumat (31/3/2023).

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Azka Subhan Aminurridho, pada pembukaan FEKDI 2023 itu menyebutkan, Sumutrakuler yang dikemas dalam Ramadhan Fiesta 2023 ini merupakan bagian dari Pre-event FEKDI.

Menurutnya. ajang ini secara tahunan rutin diselenggarakan Bank Indonesia dan Kementrian Perekonomian serta kementrian-Lembaga lainnya, sebagai ajang etalase inovasi produk layanan serta sinergi kebijakan ekonomi dan keuangan digital di level nasional.

Pada FEKDI 2023 nantinya dilaksanakan di Jakarta pada Mei 2023, dengan mengusung tema “Menjaga Momentum Pertumbuhan melalui sinergi dan inovasi keuangan digital”.

Untuk mendukung ajang tersebut dirangkai melalui berbagai kegiatan edukasi keuangan, pameran produk dan workshop untuk UMKM, perlombaan, serta Fun Games yang digelar di Posbloc dari 31 Maret – 9 April 2023.

Dikatakannya, pada ajang ini tidak hanya terbatas pada Informasi mengenai kanal pembayaran non tunai dan digital, pengunjung juga akan memperolah informasi mengenai Cinta Bangga dan Paham Rupiah, perlindungan konsumen serta berbagai materi menarik untuk mendukung UMKM Go Digital.

Azka menyebutkan, dengan adanya sinergi dan kolaborasi yang baik serta dukungan dari berbagai pihak mendorong inovasi dan literasi digital di kota Medan.

Dikatakannya, transaksi digital di Sumatera utara dari tahun ke tahun terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Tercatat transaksi nominal Uang Elektronik sampai Feb 2023 sebesar Rp2,7 triliun atau naik 22,68% dengan volume transaksi sebanyak 26,5 juta transaksi.

Kenaikan transaksi dengan uang elektronik sejalan dengan penggunaan QRIS yang terus meningkat. Sampai dengan Februari 2023, katanya nominal transaksi QRIS di Sumatera Utara mencapai Rp402.2 miliar, dengan pangsa transaksi terbesar berada di kota Medan yang mencapai angka 77.8%. “Hal ini tentu dapat kita manfaatkan dan perlu terus didorong bersama agar kehadiran QRIS dapat memberikan manfaat yang optimal di masyarakat,” ungkapnya.

Dia juga memaparkan, dari sisi merchant, hingga Maret 2023 terdapat sekitar 964 ribu merchant atau pelaku usaha yang menggunakan QRIS di Sumut, dan sekitar 457ribu atau lebih kurang 47.3% diantaranya berada di Kota Medan.

Selain itu, hingga Februari 2023 terdapat 1,4 juta pengguna QRIS di Sumatera Utara. Ditargetkan hingga akhir Desember 2023 mendatang mampu menambah 885 ribu pengguna baru QRIS.

Lebih lanjut Azka mengatakan, potensi penggunaan QRIS tidak hanya sebatas dapat dimanfaatkan untuk transaksi pembayaran pelaku usaha saja, namun juga mendukung efisiensi pembayaran di sektor pemerintahan, yaitu untuk pembayaran pajak dan retribusi.

Di Kota Medan sendiri, katanya penggunaan QRIS di Pemerintah Kota Medan telah menjadi percontohan nasional, seperti pembayaran parkir elektronik, pembayaran Uji KIR oleh Dinas Perhubungan, serta Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) oleh Badan Pendapatan Kota Medan dengan difasilitasi Bank Sumut.

Demikian juga di sektor lainnya, penggunaan QRIS untuk donasi sosial dan rumah ibadah khususnya masjid, juga sangat bermanfaat dengan memberikan kemudahan dan keamanan bagi masyarakat dalam membayarkan Zakat, Infaq dan Sedekah.

” Kami mencatat hingga saat ini terdapat lebih kurang 400 dari 1037 atau 40% masjid yang berlokasi di Kota Medan mulai memanfaatkan QRIS untuk mempermudah pembayaran ZIS. Hal ini menunjukkan masih tingginya potensi pemanfaatan QRIS tersebut,” ujarnya. (RED/MBB)