# Tags
#Kampus

Dosen Polmed Gelar Pelatihan dan Pendampingan Perhitungan Harga Pokok dan Harga Jual Produk Serta Peningkatan Penjualan Dengan Menggunakan Sosial Media Pada Pengusaha Tape di Medan Tuntungan

KampusMedan – Medan, Politeknik Negeri Medan melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) pada pengusaha Rumah Tape-Medan Tuntungan, yang berada pada Komunitas Kelompok Wanita Tani (KWT) Medan Tuntungan. Sebelumnya, hasil wawancara dengan pemilik usaha Hotma Uli, ditemukan secara garis besar permasalahan yang dihadapi oleh Rumah Tape Medan Tuntungan, yaitu terkendala pada modal, rentan pada kenaikan harga bahan baku, pemasaran masih konvensional, kemampuan yang rendah terhadap pemanfaatan teknologi baik untuk pemasaran maupun untuk pelaporan.

Salah satu contohnya dalam menghitung harga pokok produksi dan harga pokok penjualan masih secara manual, yang tentunya tidak secara rinci dimasukkan unsur biaya produksi sehingga tidak dikalkulasikan dengan baik. Hal ini akan berdampak pada harga jual produk yang ditetapkan. Penentuan harga pokok yang dilakukan masih belum memperhitungkan pembebanan gaji, penyusutan aset serta alokasi biaya bersama lainnya seperti air, listrik yang belum sesuai.

Kendala pada kenaikan bahan baku menyebabkan margin keuntungan Rumah Tape semakin kecil, karena pengusaha tidak dapat menaikkan harga jual atau mengurangi besar produk. Turunnya margin keuntungan akan berdampak pada pendapatan pengusaha. Hal ini akan berdampak pada usaha karena konsumen yang berasal dari swalayan tetap.

Oleh karenanya perluasan pangsa pasar menjadi sebuah penyelesaian realistis untuk meningkatkan pendapatan dengan meningkatkan jumlah penjualan. Penjualan secara konvensional yang dilakukan saat ini harus diperluas dengan penjualan secara digital dengan memanfaatkan sosial media. Hal ini memungkinkan dilakukan karena Tape dapat bertahan selama dua hari pengiriman.

Produksi Tape dari Rumah Tape yang telah dikenal memiliki rasa manis dan enak tentunya harus dibranding dengan merek dagang. Saat ini Rumah Tape memiliki merek dagang “MTT”. Akan tetapi merek dagang ini belum didaftarkan hak ciptanya oleh pengusaha. Merek dagang ini cukup penting bagi citra sebuah produk, sehingga perlu dijaga dan dijamin kepemilikannya oleh pengusaha itu sendiri agar dapat membranding produk yang dihasilkan.Berdasarkan jabaran diatas,maka kegiatan Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah mitra terutama pada peningkatkan kemampuan Mitra pada perhitungan harga pokok produksi, proyeksi harga jual.

Tim PKM Polmed melatih mitra cara menghitung harga pokok dan harga jual

Permasalahan lain yang diselesaikan adalah tentang pemasaran melalui digital dengan memanfaatkan sosial media dan juga pendaftaran merek dagang melalui online. PKM ini penting bagi mitra untuk makin meningkatkan usaha melalui perluasan pangsa pasar dengan menambah pelanggan melalui digital marketing dan perbaikan proses produksi melalui pemberian peralatan produksi. Untuk memudahkan UMKM dalam menghitung harga pokok produksi dan harga jual maka diserahkan program sederhana berbasis Mikrosoft Excel.

Luaran yang ditargetkan Program ini adalah peningkatkan kemampuan mitra, sehingga mitra menjadi lebih mandiri dan mampu meningkatkan pengelolaan keuangan terutama dalam menetapkan harga pokok dan harga jual yang tepat dan pada akhirnya meningkatkan omset usaha; mitra mampu menggunakan dan memaksimalkan pemasaran dengan konsep digital marketing seperti sosial media, dan memaksimalkan promosi melalui aplikasi whatsapp, mitra mampu mengunakan platform digital untuk mengurus perijinan secara online.

Tim pengabdian masyarakat dari Politeknik Negeri Medan terdiri dari Dr. Nurlinda, SE, Ak, M.Si, CA, CERA., CIIQA; Rahmadani., S.E., M.SI; Vivianti Novita., S.E., M.Si; dan Asmalidar., SE., M.Si, menyelesaikan tiga permasalahan utama yakni perhitungan harga pokok dan harga jual, peningkatan penjualan melalui maksimalisasi sosial media dan perbaikan proses produksi, dan mengenalkan mitra pada pengurusan perijinan usaha menggunakan media online.

Tape Produksi Kelompok Wanita Tani Medan Tuntungan

Pelatihan Dan Pendampingan Perhitungan Harga Pokok Dan Harga Jual Produk Serta Peningkatan Penjualan dengan Menggunakan Sosial Media, serta diikuti dengan bimbingan teknis melalui Whats Application. Pelatihan dilaksanakan secara langsung pada tanggal 16 September 2023. Kegiatan pelatihan diikuti oleh seluruh anggota pengusaha Tape yang tergabung dalam Komunitas Wanita Tani (KWT), termasuk warga sekitar yang memproduksi dan menjual Tape.

Kegiatan PKM ini juga melibatkan mahasiswa Politeknik Negeri Medan dari beberapa program Studi (Prodi) yakni, Prodi D3 Keuangan dan Perbankan, Prodi D4 Keuangan dan Perbankan syariah, Prodi D4 Manajemen Bisnis, Prodi D4 Manajemen Informatika dan Prodi Magister Sistem Informasi Akuntansi. Mahasiswa yang diikutsertakan adalah sebagai salah satu implementasi model pembelajaran Project Based Learning (PBL) dan Case Based learning (CBL), serta implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan melibatkan mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa (PPM) dari Politeknik Jember.

Ketua kegiatan PKM, Dr. Nurlinda., SE., AK., M.SI., CA., CERA., CIIQA, mengemukakan bahwa PKM ini merupakan tindak lanjut dari hasil penelitian mengenai UMKM yang telah dilakukan sejak tahun 2018, yang menemukan beberapa masalah UMKM yakni kekurangan pada modal, penguasaan penyusunan laporan keuangan yang rendah, pengelolaan usaha yang tidak professional, SDM yang kurang baik secara kuantitas dan kualitas, rendahnya penguasaan pada teknologi komputer, ketidakpahaman perijinan, tingginya risiko ketidakpastian, dan lain-lain.

Sebagai salah satu tridharma perguruan tinggi, PKM menjadi salah satu aktivitas dosen membantu UMKM dalam menyelesaikan permasalahannya, baik melalui pelatihan, pendampingan dan konsultasi. Kegiatan PKM ini juga merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dimana, setiap dosen memiliki 3 (tiga) tugas utama yaitu melakukan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kegiatan PKM ini merupakan perwujudan nyata para akademisi dalam menerapkan ilmu pengetahuannya untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Kedepan akan dirancang aplikasi yang user friendly, sehingga mudah diaplikasikan oleh mitra dengan pendidikan rendah, sehingga mitra dapat dengan mudah mengkalkulasikan biaya produk dan mampu menetapkan harga yang kompetif”,pungkasnya.(PKM/MBB)