# Tags
#Kampus

Debat Calon Ketua BEM Fisipol UHN Medan Produksi Isu-isu Cerdas

KampusMedan – Medan, Debat Calon Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas HKBP Nommensen Medan (UHN Medan berlangsung dengan seru dan sangat menarik, karena kedua calon atas nama Martin Kenoi Makarioi Hutagalung (20210043)/Jose Andreas Panjaitan (20230015) dan Putra Perdamaian Waruwu (20230033)/Kurnia Simatupang (20210024), mampu memproduksi isu-isu cerdas dan sangat mendidik sebagai marteri debat.

Acara tersebut dipandu oleh moderator Weldi Sihombing dari Prodi Administrasi Publik di Medan (14/08/2023). Kedua calon tersebut menurut panitia ditetapkan sebagai calon setelah melewati semua tahapan yang ditetapkan oleh BEM, kata salah satu panitia Kukuh Onagego Harefa.

Sebelum acara debat dilakukan untuk memperoleh Kandidat Ketua BEM Fisipol UHN Medan yang terdiri dari dua prodi Administrasi Publik dan Administrasi Bisnis, Dekan Fisipol UHN Medan Dr. Nalom Siagian, MM dalam  bimbingannya mengatakan berdemokrasilah dengan sehat, dan jaga tata krama sebagai mahasiswa karena anda-nada ini adalah aset bangsa dan kaum terdidik.

“Untuk itu, marilah menjadikan  perbedaan pendapat sebagai jalan untuk mempersatukan dan bukan memisahkan. Berbeda itu sangat bagus jika dikelola dengan baik dan benar. Untuk itu, siapapun nanti yang terpilih harus kita dukung dan saling merangkul untuk membesarkan Fakultas kita ini”, tambah dekan lagi.

Dekan kembali menegaskan, bahwa BEM ini sangat diharapkan akan jadi mitra yang membangun bagi fakultas, karena kegatan kemahasiswaan yang sifatnya inovatif dan kreatif akan terus didorong, sehingga mahasiswa melalui BEM ini bisa belajar bagaimana berorganisasi yang baik, dan akan diproyeksikan menjadi calon pemimpin kedepan.

Sementara Kaprodi Administrasi Publik, Jonson Rajagukguk, yang didaulat sebagai salah satu pembanding dan pengarah, dalam sambutannya mengatakan berdebat itu bagian dari bertukar ide, dan kalau bisa kita gunakan paradigma bahwa lawan berdebat adalah sahabat berpikir.

“Kami sangat mendukung berbagai kegiatan kemahasiwaan kita ini, karena ini adalah bagian dari pendewasaan berdemokrasi dalam skala kampus”, tegas Jonson Rajagukguk.

Sementara Wakil Rektor III yang hadir memberikan motivasi dan wejangan mengatakan, bahwa model pemilihan Ketua BEM Fisipol harus menjadi role model di kampus ini.

“Artinya, cara kita berdemokrasi sebagai salah satu fakultas yang membahas isu-isu sosial, politik, dan demokrasi harus menjadi contoh yang baik”, tegas Maringan Panjaitan yang juga salah satu Dosen Tetap Prodi Administrasi Publik ini lagi.

Adapun isu yang dibahas dalam debat calon Ketua BEM ini adalah seputar bagaimana mendorong inovasi dan kreativitas mahasiwa melalui organisasi intra kemahasiswaan BEM ini. Kemudian materi debat mengarah juga kepada peran dan fungsi BEM di era digital, dan semuanya berjalan dengan cukup baik dan penguasaan materi yang sangat bagus.(REL/MBB)