KampusMedan – Medan, Demikian disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Prima Indonesia, Dr. Santy Deasy Siregar, S.K.M., M.Kes, dalam sambutannya yang diwakili oleh Wakil Dekan, Dr. apt. Razoki, S.Si., M.Kes., M.Biomed., M.H, pada kuliah umum yang dilaksanakan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Prima Indonesia (FIK UNPRI), Rabu (1/7/2026) di Ball Room Lt.22 Kampus UNPRI.
Selanjutnya Razoki menambahkan, bahwa ada 3 kompetensi pada kluster dimaksud, yaitu; kompetensi respon darurat, promosi kesehatan dan informasi obat, sementara pada Standar Kompetensi Apoteker Indonesia yang tertuang dalam Kepmenkes RI No. 01.07/MENKES/13/2023 tentang Standar Profesi Apoteker, bahwa kompetensi Farmasi Kesehatan Masyarakat juga sudah ada, namun belum berdiri sendiri.
Di Indonesia, kompetensi respon darurat sudah diadopsi oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dengan membentuk Apoteker Tanggap Bencana (ATB). Dalam kesempatan tersebut, Razoki turut memberikan motivasi kepada para mahasiswa apoteker yang akan mengikuti Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Apoteker (UKNPDP). azoki mendoakan agar seluruh peserta ujian diberikan kemudahan, kelancaran, dan hasil yang terbaik sehingga dapat lulus dalam satu kali kesempatan (one shoot), serta mampu menjadi apoteker yang profesional, kompeten, dan berintegritas.
Lebih lanjut, Razoki menjelaskan bahwa tema yang diangkat dalam kegiatan ini, yaitu “Farmasi Kesehatan Masyarakat dalam Kerangka Global FIP dan Standar Profesi Apoteker/LAMPTKES, serta Perannya dalam Pembangunan Kesehatan Nasional,” sangat relevan dengan tantangan dan perkembangan dunia kefarmasian saat ini.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Farmasi maupun para apoteker dapat memperluas wawasan mengenai peran strategis profesi apoteker dalam pelayanan kesehatan masyarakat, memahami arah pengembangan profesi berdasarkan kerangka global Federation of International Pharmacists (FIP) dan standar LAM-PTKes, serta semakin siap berkontribusi dalam mendukung pembangunan kesehatan nasional.
Kegiatan ini menghadirkan Dr. apt. Syofyan, M.Farm. sebagai narasumber dan dipandu oleh Dr. apt. Razoki, S.Si., M.Kes., M.Biomed., M.H. selaku moderator. Kuliah umum ini dihadiri oleh seluruh Kaprodi yaitu; Kaprodi Sarjana Farmasi Klinis, apt.Astriani Natalia Br.Ginting, S.Farm.,M.Biomed., Kaprodi PSPPA apt.Vera Estefania Kaban,S.Farm.,M.Farm., Kaprodi SKM, Dr.Hartono, SKM.M.Kes., dan Kaprodi Sarjana Fisioterapi Ftr. Nindia Putri S., Kes., M.K.M. dan beberapa dosen antara lain apt.Daimah Wardatus Sanaun, S.Farm., M.Farm. dan apt. Roy Indrianto Bangar, S.Farm.,M.S.Farm. juga oleh mahasiswa FIK UNPRI yang berjumlah lebih kurang 300 orang.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan pentingnya peran International Pharmaceutical Federation (FIP) sebagai organisasi farmasi dunia, yang menjadi acuan dalam pengembangan praktik kefarmasian, pendidikan apoteker, serta pelayanan kesehatan masyarakat. Standar yang ditetapkan FIP dinilai mampu mendorong peningkatan kualitas tenaga farmasi agar dapat bersaing secara global dan memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat.

Selain itu, dibahas pula mengenai standar profesi apoteker dan LAMPTKES (Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan), yang berperan penting dalam menjamin mutu pendidikan farmasi di Indonesia. Dengan adanya standar yang jelas, lulusan apoteker diharapkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan modern serta mampu berkontribusi dalam pembangunan kesehatan nasional.
Narasumber juga menekankan bahwa farmasi kesehatan masyarakat tidak hanya berfokus pada pengelolaan obat, tetapi juga mencakup edukasi kesehatan, promosi kesehatan, pencegahan penyakit, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Apoteker diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi yang benar mengenai penggunaan obat yang rasional dan aman.
Melalui kegiatan kuliah umum ini, peserta memeroleh pemahaman yang lebih luas mengenai tantangan dan peluang profesi apoteker di era globalisasi. Diharapkan wawasan yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi mahasiswa farmasi untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam mendukung pembangunan kesehatan nasional yang berkelanjutan dan menjadi rahmat bagi sekalian alam ujar Razoki menyimpulkan paparan Syofyan.(EL/MBB)








