Home / Kampus / Tim Peneliti Fakultas Pertanian Nommensen Medan Gali Ketahanan Pangan Petani Padi Sawah di Pesisir Deli Serdang

Tim Peneliti Fakultas Pertanian Nommensen Medan Gali Ketahanan Pangan Petani Padi Sawah di Pesisir Deli Serdang

KampusMedan – Medan,  Ketahanan pangan bukan hanya ditentukan jumlah produksi padi, tetapi juga oleh dinamika produksi, tingkat pendapatan petani, kemampuan rumah tangga memenuhi kebutuhan pangan, akses terhadap modal dan sumber daya, serta keberlanjutan kehidupan sosial-ekonomi keluarga petani. Persoalan tersebut menjadi perhatian Tim Peneliti dari Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen Medan melalui penelitian berjudul “Model Ketahanan Pangan dan Kemandirian Sosial-Ekonomi Petani Padi Sawah Berbasis Dinamika Produksi di Kawasan Pesisir Kabupaten Deli Serdang”.

Ketua Tim Peneliti, Dr. Hotden L. Nainggolan, SP, M.Si., menjelaskan penelitian ini fokus mengkaji dinamika produksi usahatani padi sawah serta kaitannya dengan ketahanan pangan dan kemandirian sosial-ekonomi petani di kawasan pesisir. Hal tersebut disampaikan Hotden, Jumat (14/8/2026), usai tim melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama petani padi sawah di Desa Hamparan Perak, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penelitian yang didanai melalui BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026. FGD diikuti puluhan petani padi sawah, kelompok tani, dan perangkat Desa Hamparan Perak. Diskusi dilakukan untuk memperoleh informasi langsung mengenai kondisi produksi usahatani, berbagai risiko yang dihadapi petani, serta kondisi sosial-ekonomi rumah tangga petani di kawasan pesisir.

Menggali Persoalan Petani

Dr. Hotden L.Nainggolan, SP, M.Si mengatakan, penelitian tersebut tidak hanya melihat persoalan produksi padi secara parsial. Tim ingin melihat bagaimana dinamika produksi usahatani berkaitan dengan kemampuan rumah tangga petani memenuhi kebutuhan pangan sekaligus mempertahankan kemandirian sosial-ekonominya. “Kita ingin melihat bagaimana dinamika produksi usahatani berhubungan dengan ketahanan pangan dan kemandirian sosial-ekonomi rumah tangga petani. Ketiganya saling berkaitan,” ujar Hotden.

Menurut dia, informasi yang diperoleh langsung dari petani menjadi bagian penting dalam membangun model penelitian yang sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Penelitian dilakukan di tiga kecamatan kawasan pesisir Kabupaten Deli Serdang, yakni Hamparan Perak, Percut Sei Tuan, dan Labuhan Deli, dengan melibatkan petani padi sawah sebagai responden. Kecamatan Hamparan Perak menjadi salah satu lokasi pengumpulan data. Dalam FGD yang berlangsung dengan baik, Kamis, 13 Agustus 2026,  petani diberi kesempatan menyampaikan pengalaman, kondisi, dan berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam menjalankan usahatani padi sawah.

Pada kesempatan yang sama Kepala Desa Hamparan Perak, Muhammad Helmi, didampingi Bagian Umum Sutrisno, S.Pd.I, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan penelitian Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen Medan.

Ia berharap penelitian tersebut dapat memberikan masukan bagi pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian di wilayahnya. “Kami mendukung penelitian ini. Semoga hasilnya dapat memberikan masukan dalam pengembangan pertanian wilayah, khususnya bagi petani dan pemerintah desa,” ujar Muhammad Helmi. Dukungan tersebut, menurut tim peneliti, menjadi penting karena penelitian membutuhkan informasi langsung dari masyarakat untuk memahami kondisi petani secara lebih utuh.

Bangun Model Ketahanan Pangan

Tim peneliti yang turun ke lapangan terdiri dari Dr. Hotden L. Nainggolan, SP, M.Si dan Dr. Albina Ginting, SP, M.Si, serta didampingi mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen Medan. Hotden menjelaskan, penelitian ini diarahkan untuk mengintegrasikan tiga aspek utama, yaitu dinamika produksi usahatani, ketahanan pangan, dan kemandirian sosial-ekonomi petani. Ketiga aspek tersebut kemudian dianalisis secara terintegrasi untuk membangun model yang dapat menjelaskan hubungan struktural di antara variabel-variabel tersebut. Proposal penelitian menempatkan Structural Equation Modeling (SEM) sebagai pendekatan utama untuk membangun model tersebut.

“Penelitian ini diarahkan untuk mengintegrasikan dinamika produksi usahatani, ketahanan pangan, dan kemandirian sosial-ekonomi petani. Karena itu, kami mencoba membangun model yang dapat menjelaskan hubungan struktural di antara ketiganya dengan menggunakan Structural Equation Modeling,” tutur Hotden.

Diharapkan Jadi Dasar Kebijakan

Dr. Hotden L. Nainggolan, SP, M.Si yang juga merupakan Dekan Fakulats Pertanian Universitas HKBP Nommensen Medan menuturkan bahwa hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar yang lebih kuat bagi perumusan kebijakan pertanian di kawasan pesisir. 

Penelitian tersebut ditargetkan menghasilkan model ketahanan pangan dan kemandirian sosial-ekonomi berbasis dinamika produksi usahatani padi sawah di kawasan pesisir Kabupaten Deli Serdang. Model tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam merumuskan strategi penguatan ketahanan pangan dan kemandirian sosial-ekonomi petani. Selain menghasilkan model, penelitian diharapkan memberikan rekomendasi berbasis data bagi petani, kelompok tani, pemerintah desa, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya.

Bagi Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen Medan, penelitian ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan penelitian perguruan tinggi yang berangkat dari persoalan nyata masyarakat dan menghasilkan rekomendasi yang dapat mendukung pengembangan pertanian di kawasan pesisir. “Harapannya, hasil penelitian ini tidak hanya menjadi kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi petani dan menjadi masukan dalam pengembangan kebijakan pertanian di kawasan pesisir,” tutup Dr. Hotden L. Nainggolan, SP, M.Si (RIL/MBB)

Tag:

Tinggalkan Balasan