Home / Kampus / Tim Peneliti Fakultas Pertanian Nommensen Gelar FGD bersama Petani Padi Sawah Kawasan Pesisir Percut Sei Tuan Deli Serdang

Tim Peneliti Fakultas Pertanian Nommensen Gelar FGD bersama Petani Padi Sawah Kawasan Pesisir Percut Sei Tuan Deli Serdang

KampusMedan – Medan, Persoalan pupuk, ketersediaan bibit bersertifikat hingga tingginya serangan hama dan penyakit padi sawah, menjadi tantangan serius yang dihadapi petani padi sawah di kawasan pesisir Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Berbagai persoalan tersebut mengemuka dalam focus group discussion (FGD) yang digelar tim peneliti Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen Medan bersama petani padi sawah di Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (20/8/2026).

Diskusi ini merupakan bagian dari penyusunan laporan penelitian yang didanai melalui BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026 dengan judul “Model Ketahanan Pangan dan Kemandirian Sosial-Ekonomi Petani Padi Sawah Berbasis Dinamika Produksi di Kawasan Pesisir Kabupaten Deli Serdang” dengan ketua Dr. Hotden L. Nainggolan. SP, M.Si, anggota Dr. Albina Ginting, SP, MSi dan Ir. Yanto Raya Tampubolon, MP.

Dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026) Ketua tim peneliti, Dr. Hotden L. Nainggolan, SP, M.Si mengatakan FGD dilakukan dengan melibatkan petani secara langsung agar penelitian tidak hanya bertumpu pada data dan kajian akademik. “Sebenarnya bahwa persoalan pertanian tidak cukup dipahami dari teori. Kita harus datang ke lapangan, mendengar pengalaman petani, memahami persoalan yang mereka hadapi, dan melihat bagaimana kondisi tersebut memengaruhi kehidupan mereka,” ujar Hotden.

Petani hadapi persoalan sarana produksi
Dalam pertemuan tersebut, petani menyampaikan berbagai pengalaman mereka dalam mengelola sawah di kawasan pesisir. Ketersediaan pupuk menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian. Selain itu, petani juga menghadapi keterbatasan dalam memperoleh benih berkualitas serta ancaman hama dan penyakit tanaman yang dapat menekan hasil produksi, dan irigasi yang tidak berfungsi dengan baik.

Sofyan Sauri mewakili kelompok tani Setia Makmur Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang menyampaikan sangat mengharapkan bantuan pemerintah, terutama dalam penyediaan pupuk bersubsidi, benih bersertifikat serta irigasi yang mengairi lebih kurang 250 ha lahan padi sawah di Desa Percut Sei Taun selama ini tidak berfungsi dengan baik. “Gangguan pada proses produksi pada akhirnya dapat memengaruhi pendapatan dan kemampuan keluarga memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga” ujar Sofyan Sauri.

Dr. Hotden L. Nainggolan, SP, M.Si menyampaikan bahwa pengalaman dan informasi yang disampaikan petani menjadi bagian penting dalam penelitian yang sedang dilakukan timnya. “Data dari lapangan menjadi sangat penting karena model yang kita bangun harus berangkat dari realitas petani, sehinga mampu memberikan nilai akademik yang baik dan mampu menjawab persoalan yang benar-benar dihadapi petani padi sawah di Kawasan Pesisir Kabupaten Deli Serdang,” katanya.

Melihat petani secara utuh
Menurut Dr. Hotden L. Nainggolan, SP, M.Si penelitian ini tidak hanya diarahkan untuk melihat seberapa besar produksi padi yang dihasilkan. Kondisi sosial dan ekonomi rumah tangga petani juga menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari ketahanan pangan.

“Ketahanan pangan tidak berhenti pada jumlah produksi padi sawah yang dihasilkan petani. Kita juga perlu memperhatiakn tingkat sejahteraan petani tersebut, bagaimana kondisi kesehatan keluarganya, bagaimana pendidikan anak-anaknya, serta apakah rumah tangga petani memiliki kemampuan untuk bertahan ketika menghadapi tekanan ekonomi maupun saat gagal panen,” ujarnya. Pendekatan tersebut, penting terutama bagi petani yang berada di kawasan pesisir yang memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri” tutur Dr. Hotden L. Nainggolan, SP. M.Si.

Libatkan petani dalam penelitian
Kegiatan FGD di Desa Percut Sei Tuan yang berlangsung, Kamis, 20 Agustus 2026, tersebut diikuti puluhan petani padi sawah, kelompok tani, dan perangkat Desa Percut. Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Desa Percut, Muhammad Sholahuddin Al Ayyubi Siregar, yang hadir mewakili Kepala Desa Percut, Asyhari Syah, S.Ag.

Kehadiran pemerintah desa dan kelompok tani dinilai penting untuk memperkaya informasi mengenai kondisi pertanian di wilayah tersebut. Tim peneliti berharap hasil dialog dengan petani dapat menghasilkan gambaran yang lebih utuh mengenai dinamika produksi padi sawah sekaligus kondisi sosial-ekonomi rumah tangga petani.

Pada akhir keterangannya Dr. Hotden L. Nainggolan, SP, M.Si menuturkan pelaksanaan penelitian tersebut merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi untuk memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. “Perguruan tinggi harus hadir di tengah masyarakat. Hasil penelitian harus mampu menangkap persoalan nyata dan memberikan dasar bagi lahirnya solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan petani,” pungkasnya. (RIL/MBB)

Tag:

Tinggalkan Balasan