KampusMedan – Medan, Perguruan tinggi tidak hanya berperan menghasilkan lulusan, tetapi juga dituntut menghadirkan ilmu pengetahuan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Semangat tersebut turut diwujudkan Dr. Nenny Ika Putri Simarmata, M.Psi., Psikolog, melalui kontribusi keilmuan psikologi dalam mendukung pengembangan potensi calon pelayan gereja HKBP.
Dekan Fakultas Psikologi Universitas HKBP Nommensen Medan tersebut terlibat dalam Tim Pemetaan dan Pengembangan Profil Kepribadian dan Potensi Diri Calon Pelayan HKBP, berdasarkan Surat Tugas No.1012/L09/VIII/2026 yang dikeluarkan Pucuk Pimpinan HKBP. Keterlibatan itu menjadi bagian dari kontribusi akademik dalam memberikan perspektif psikologi bagi pengembangan sumber daya manusia, khususnya calon Guru Huria, Bibelvrow, dan Diakones.
Dr. Nenny Ika Putri menyampaikan, kontribusi akademik dalam rapat tim yang dilaksanakan secara daring melalui Platform Zoom, Kamis (1/10/2026), membahas pendekatan pengembangan calon pelayan yang tidak hanya melihat aspek pengetahuan, tetapi juga kepribadian, potensi diri, kemampuan relasional, serta kesiapan menghadapi dinamika pelayanan.
Dalam keterangannya, Senin (5/10/2026), Dr. Nenny Ika Putri menuturkan bahwa keterlibatan akademisi dalam pengembangan sumber daya manusia merupakan salah satu bentuk nyata kampus berdampak. Agar ilmu yang dikembangkan di perguruan tinggi tidak berhenti di ruang kelas tetapi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata di tengah masyarakat dan komunitas.
Sebagai psikolog dan dosen, Dr. Nenny memiliki perhatian pada pengembangan manusia secara utuh. Pendekatan psikologi dapat membantu melihat potensi, karakteristik pribadi, kekuatan, serta area pengembangan seseorang secara lebih objektif. Perspektif tersebut penting agar proses pengembangan calon pelayan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pada kesiapan pribadi dan kemampuan menjalankan peran secara sehat dan bertanggung jawab.
“Perguruan tinggi harus hadir melalui ilmu yang memberi dampak. Keilmuan psikologi dapat berkontribusi dalam membantu seseorang mengenali potensi dirinya, memahami area yang perlu dikembangkan, dan mempersiapkan diri menjalankan peran secara lebih optimal,” demikian gagasan yang menjadi landasan kontribusi akademik tersebut.
Keterlibatan Dr. Nenny juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan kebutuhan masyarakat. Kompetensi yang dimiliki dosen dapat menjadi jembatan untuk menghadirkan pendekatan ilmiah dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan, pelayanan sosial, pengembangan sumber daya manusia, dan kehidupan komunitas.
Menurutnya, pengembangan manusia membutuhkan proses yang berkelanjutan. Hasil asesmen atau pemetaan bukan semata-mata menjadi informasi mengenai seseorang, tetapi dapat menjadi dasar untuk menentukan bentuk pendampingan dan pengembangan yang lebih tepat sesuai kebutuhan. “Melalui kontribusi tersebut, Fakultas Psikologi Universitas HKBP Nommensen Medan terus mendorong kehadiran psikologi di tengah masyarakat. Kampus tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menghadirkan pengetahuan, kepakaran, dan solusi yang dapat dirasakan manfaatnya secara langsung” tuturnya.
Keterlibatan akademisi dalam berbagai ruang pengembangan masyarakat sekaligus memperkuat gagasan “kampus berdampak” bahwa pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata, membangun manusia, dan memberikan kontribusi bagi kehidupan yang lebih baik” (RIL/MBB)








