Home / Medan / HKBP Medan Sudirman Sukses Gelar Seminar Parheheon Remaja Naposobulung 2026

HKBP Medan Sudirman Sukses Gelar Seminar Parheheon Remaja Naposobulung 2026

KampusMedan – Medan, Panitia Parheheon Remaja Naposobulung HKBP Medan Sudirman sukses menggelar Seminar Remaja Naposo, dengan menghadirkan tiga pembicara, yaitu Pdt.Banner Siburian MTh selaku Pendeta Resort HKBP Medan Sudirman, Prof.Dr.Ir.Albiner Siagian MSi selaku Ketua Yayasan Pengembangan Adat Batak, dan Dr.Nenny Ika Putri MPSi,Psikolog, Dekan Fakultas Psikologi Universitas HKBP Nommensen, dengan moderator Rudman Simanjuntak,SP selaku Ketua Pendamping Remaja, yang digelar Sabtu (13/6/2026).

Sebelum seminar dimulai, terlebih dahulu dilaksanakan ibadah yang dipimpin Pdt.Linda Silaban,STh,MM, yang menekankan perlunya Remaja/Naposo mendengarkan Firman Tuhan, untuk membekali diri dalam mengarungi kehidupannya. “Jangan hanya hear (mendengar), tapi juga harus listen (mendengarkan), seperti Maria yang lebih mengutamakan menyimak perkataan Yesus, ketimbang Martha yang lebih fokus mempersiapkan hal-hal dunia. Bukan berarti mempersiapkan hal-hal dunia tidak perlu, tapi harus lebih memprioritaskan untuk mendengarkan Firman Tuhan”,tegasnya.

Pdt.Banner Siburian MTh tampil dengan topik “Bersatu, Bangkit dan Bersinar”. Ditegaskannya, orang Kristen di Roma di zamannya tidak bebas beribadah, sesama orang Kristen pun bertentangan, sehingga Paulus dalam Roma 12:11 mengingatkan kita untuk tidak bermalas-malasan, melainkan selalu bersemangat dan melayani Tuhan dengan segenap hati.

Pdt.Banner Siburian MTh lebih jauh menjelaskan, pemuda sebagai Imago Dei (sebagai gambar Allah).”Lewat kita, Tuhan bekerja menjaga dan memelihara dunia ini, kita adalah wakil Tuhan, bukan hanya kemiripan secara fisik, tapi supaya kita menjadi wajah Tuhan di tengah-tengah dunia ini. Saya tidak mau wajah Remaja Naposo hanya dikena lewat koor, itu terlalu kecil. Wajah Remaja Naposo HKBP Sudirman harus dikenal lewat kegiatan aspek lainnya. Biarlah wajah Remaja Naposo kita dikenal dari olahraga yang terus ditekuni, dikenal lewat bidang musik yang kalian kembangkan, dan lewat pengembangan soft skill lainnya”,tegasnya.

Pdt.Banner Siburian MTh lebih jauh menjelaskan realitas kehidupan Remaja Naposo saat ini, seperti judi online, narkoba, human trafficking, eksploiyasi alam dan korupsi. “Ayok anak-anak kami kalian jauhi dan lawan realitas tersebut. Teladanilah Yusuf yang mampu menjadi teladan dimana pun dia berada. Ingat Motto NHKBP, Marsitangiangan, Marsiurupan, Marsihaposan”,ujarnya.

Sementara itu, Albiner Siagian menjelaskan implementasi adat Batak yang banyak melenceng saat ini dari warisan leluhur terdahulu. Albiner menjelaskan Filosofi Orang Batak, yaitu Suhi Ni Ampang Na Opat, yaitu manat mardongan tubu, somba marhulahula, elek marboru dan pantun marraja, tapi Belanda mengamputasi poin keempat supaya kerajaan di Tanah Batak hilang dan mudah dijajah.

Albiner juga menjelaskan, bahwa praktek menyimpang adat Batak saat ini dilakukan oleh orang-orang Batak sekarang ini. “Pemuda Batak saat ini beranggapan bahwa Adat batak mahal dan ribet. Padahal yang membuat mahal dan ribet itu orang Batak sekarang. Misal sinamot saat ini diartikan tuhor. Sejatinya sinamot itu akhirnya dikembalikan pihak perempuan kepada borunya untuk bekal hidup setelah menikah. Kalau sekarang, tuhor itu dijadikan beli seragam pihak parboru, ke salon, ongkos bus, dibagi-bagi sebagai tuhor ni boru ke semua keluarga, ya habis lah.

Albiner panjang lebar mengupas perkembangan adat Batak, yang pada intinya menjelaskan makna dibalik ritual adat Batak. Kabar baiknya, banyak Remaja Naposo yang menghadiri seminar tersebut mengajukan pertanyaan, sebagai pertanda bahwa mereka sejatinya mencintai adat Batak.

Pada sesi ketiga, tampil Dr. Nenny Ika Putri, M.Psi, Psikolog, Dekan Fakultas Psikologi Universitas HKBP Nommensen, dengan mengusung topik “Mentalitas Pemuda Zaman Now”. Menurutya ada beberapa fenomena yang sering muncul pada diri remaja/pemuda, antara lain sering mengeluh di media sosial, mudah tersinggung, tidak tahan tekanan, self-diagnose gangguan mental dan mudah menyerah

“Fakta yang perlu diketahui, lebih dari 90% Gen Z pernah mengalami gejala fisik atau emosional akibat stres. Sekitar 1 dari 3 remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental. Gen Z lebih sering melaporkan masalah kesehatan mental dibanding generasi sebelumnya. Tantangan psikologis yang dihadapi generasi muda ini memang nyata”,ujarnya.

Mengapa pemuda zaman now lebih rentan stress? Menurutnya dipengaruhi oleh media social, tekanan akademik dan karier, paparan informasi yang berlebihan. Nenny Ika Putri berharap Remaja/Napooso HKBP Medan Sudirman memiliki mentalistas yang kuat.

Nenny menambahkan, ciri mentalitas pemuda yang kuat antara kain mentalitas yang sehat bukan berarti tidak pernah sedih. Melainkan mampu mengelola emosi dengan baik, bangkit setelah kegagalan, menerima kritik, bertanggung jawab atas pilihan, terus belajar dan berkembang, tidak mudah menyerah saat menghadapi kesulitan.

Ditambahkannya bahwa terdapat dua tipe mindset anak muda saat ini, yaitu Fixed Mindset (takut gagal, menganggap kemampuannya tidak bisa berubah). Kemudian mentalitas Growth Mindset (menganggap kegagalan sebagai proses belajar, percaya kemampuan dapat berkembang melalui usaha).”Pemuda yang memiliki growth mindset cenderung lebih tangguh menghadapi tantangan”,tegasnya.

Menurut Nenny, tantangan mentalitas pemuda zaman now adalah FOMO (Fear of Missing Out), Overthinking, Kecanduan media sosial, Kurang interaksi langsung, Krisis kepercayaan diri dan tekanan untuk terlihat sempurna. “Untuk itu perlu dibangun mental tangguh, caranya bangun kebiasaan positif, mengelola waktu dengan baik, embatasi penggunaan media sosia, berolahraga secara rutin, memiliki komunitas yang sehat, berani meminta bantuan ketika diperlukan, bersyukur dan menghargai proses”,pungkasnya.

Samuel Tobing selaku Ketua Parheheon Remaja Naposobulung HKBP Medan Sudirman mengatakan, selain dihadiri Remaja Naposobulung HKBP Medan Sudirman, seminar tersebut juga dihadiri Remaja Naposobulung Huria Pagaran HKBP Medan Sudirman. (RED/MBB)

Tag:

Tinggalkan Balasan