Home / Kampus / Tim PKM Polmed Dorong Johor Bunga Naik Kelas melalui “Smart Floriculture Business”

Tim PKM Polmed Dorong Johor Bunga Naik Kelas melalui “Smart Floriculture Business”

KampusMedan – MEDAN, Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Keuangan dan Perbankan Syariah, Jurusan Akuntansi, Politeknik Negeri Medan (POLMED), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Smart Floriculture Business: Pemberdayaan Usaha Tanaman Bunga melalui Pendampingan HPP, Penetapan Harga Kompetitif, Digital Marketing, dan Modernisasi Peralatan”.

Kegiatan pengabdian ini menyasar Johor Bunga, usaha tanaman bunga yang berlokasi di Jl. Karya Wisata No. 153–159, Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (26/9/2026). Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha, sekaligus memperkuat daya saing mitra melalui pengelolaan keuangan, pemasaran digital dan pemanfaatan peralatan usaha yang lebih modern.

Tim PKM diketuai oleh Rahmadani, S.E., M.Si., dosen Program Studi Keuangan dan Perbankan Syariah, Jurusan Akuntansi Polmed. Kegiatan ini turut melibatkan Nurhaflah Soraya, S.E., M.Si., Muhammad Asrin Jazuli, S.E., M.Si., dan Amelia Novizar, S.E., M.Ak. sebagai anggota tim dosen.

Selain dosen, kegiatan pengabdian juga melibatkan mahasiswa Program Studi Keuangan dan Perbankan Syariah, yakni Fyra Aulia Safitri Nasution, Zaskia Handayani, Ardina Zahra Putri, dan Mhd. Arsyil Aqasyahrizal. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman nyata, sekaligus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi dalam membantu menyelesaikan permasalahan usaha di masyarakat.

Perkuat Pengelolaan Keuangan Usaha

Salah satu fokus utama program Smart Floriculture Business adalah meningkatkan pemahaman mitra mengenai perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Perhitungan HPP menjadi aspek penting bagi pelaku usaha tanaman bunga, karena berkaitan langsung dengan kemampuan usaha dalam menentukan harga jual secara tepat.

Melalui pendampingan tersebut, mitra diarahkan untuk mengidentifikasi dan menghitung berbagai komponen biaya yang dikeluarkan dalam menjalankan usaha. Dengan pencatatan dan perhitungan biaya yang lebih baik, pelaku usaha diharapkan tidak lagi menetapkan harga jual hanya berdasarkan perkiraan ataupun mengikuti harga pasar, tetapi memiliki dasar perhitungan yang jelas.

Ketua Tim PKM, Rahmadani, S.E., M.Si, menjelaskan bahwa pemahaman mengenai HPP sangat diperlukan, agar pelaku usaha mampu mengetahui biaya yang sebenarnya dikeluarkan, serta menentukan margin keuntungan secara lebih terukur.

“Melalui pendampingan ini, kami ingin membantu mitra memahami struktur biaya usahanya, sehingga penetapan harga jual dapat dilakukan secara lebih tepat. Harga yang ditetapkan diharapkan tetap kompetitif di pasar, tetapi pada saat yang sama mampu memberikan keuntungan dan mendukung keberlanjutan usaha,” ujarnya.

Pendampingan penetapan harga yang kompetitif juga dilakukan dengan mempertimbangkan HPP, margin keuntungan, karakteristik produk, kondisi pasar, serta harga produk sejenis. Dengan demikian, keputusan mengenai harga jual dapat dilakukan secara lebih rasional dan berbasis pada informasi keuangan usaha.

Digital Marketing untuk Memperluas Pasar

Selain aspek keuangan, transformasi pemasaran menjadi perhatian penting dalam program tersebut. Tim PKM memberikan pendampingan digital marketing untuk membantu Johor Bunga memperluas jangkauan konsumen dan meningkatkan daya tarik produk melalui media digital.

Pendampingan diarahkan pada penguatan kemampuan mitra dalam menampilkan produk secara menarik, menyusun informasi produk, memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi, serta membangun komunikasi yang lebih efektif dengan calon konsumen.

Digitalisasi pemasaran tersebut diharapkan membuat Johor Bunga tidak hanya mengandalkan konsumen yang datang langsung ke lokasi usaha, tetapi juga mampu membangun pasar melalui kanal digital.

Modernisasi Peralatan Dorong Produktivitas

Program Smart Floriculture Business juga menyentuh aspek operasional melalui modernisasi peralatan usaha. Dukungan terhadap penggunaan peralatan yang lebih efektif diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pekerjaan, produktivitas, dan kualitas pelayanan kepada konsumen.

Konsep Smart Floriculture Business yang diterapkan Tim Polmed pada dasarnya mengintegrasikan beberapa aspek penting pengembangan usaha, mulai dari pengelolaan biaya, strategi harga, pemasaran digital hingga modernisasi sarana usaha.

Pendekatan tersebut dilakukan agar peningkatan kapasitas mitra tidak hanya berfokus pada satu permasalahan, tetapi menyentuh berbagai aspek yang saling berkaitan dalam pengembangan bisnis.

Kolaborasi Kampus dan UMKM

Kegiatan PKM ini sekaligus menjadi wujud pelaksanaan salah satu unsur Tridarma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat. Pengetahuan dan kompetensi akademik yang dimiliki dosen tidak berhenti pada ruang perkuliahan, tetapi diterapkan untuk membantu menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan dunia usaha.

Kolaborasi dosen, mahasiswa, dan pelaku usaha juga memberikan manfaat timbal balik. Bagi mitra, kegiatan tersebut memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola serta mengembangkan usaha.

Sementara bagi mahasiswa, keterlibatan dalam PKM memberikan pengalaman dalam memahami permasalahan UMKM secara langsung dan mengimplementasikan kompetensi yang telah dipelajari.

Melalui program Smart Floriculture Business, tim PKM Polmed berharap Johor Bunga dapat semakin berkembang menjadi usaha florikultura yang memiliki pengelolaan keuangan lebih tertib, mampu menetapkan harga secara tepat dan kompetitif, semakin aktif memanfaatkan pemasaran digital, serta memiliki proses operasional yang lebih efektif.

Program tersebut juga diharapkan dapat menjadi contoh bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM dapat menghasilkan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan. Dengan pendampingan yang sesuai kebutuhan mitra, UMKM diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, meningkatkan efisiensi, memperluas pasar, dan pada akhirnya meningkatkan daya saing usaha.

Smart Floriculture Business bukan sekadar upaya memodernisasi usaha tanaman bunga, tetapi juga membangun fondasi pengelolaan bisnis yang lebih terukur, adaptif, dan berkelanjutan.(RED/MBB)

Tag:

Tinggalkan Balasan