KampusMedan – Deli Serdang, Sampah organik rumah tangga seperti sisa makanan, sayuran, kulit buah, dan limbah dapur lainnya merupakan jenis sampah yang dihasilkan setiap hari. Di lingkungan permukiman padat penduduk, sampah tersebut sering kali hanya dibuang tanpa dimanfaatkan lebih lanjut. Padahal, jika dikelola dengan teknologi yang tepat, sampah organik memiliki potensi untuk diolah menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Melihat potensi tersebut, tim dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Medan (Polmed) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Implementasi Teknologi Biodigester, di Perumahan Warga Gang Rahmat, Jalan Kebun Kopi, Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang.
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan dilaksanakan selama satu hari di Lapangan Terbuka Gang Rahmat, dengan melibatkan masyarakat setempat dan Komunitas Tanam Bersama. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 26 September 2026.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga, melalui penerapan teknologi biodigester yang dapat menghasilkan biogas dan digestat sebagai produk samping dari proses pengolahan.
Tim PKM, Inten Pangestika, M.Sc, didampingi anggota lainnya seperti Imas Masriah, M.Si, Nahzim Rahmat, M.Sc, Sulwiyatul Kamariyah Sani, M.Sc, Devi Lestari, M.Si, menjelaskan bahwa teknologi biodigester merupakan salah satu alternatif pengelolaan sampah organik, yang memiliki manfaat ganda, baik dari aspek lingkungan maupun pemanfaatan sumber daya.
“Kami ingin mengubah paradigma masyarakat terhadap limbah dapur. Sampah organik rumah tangga tidak seharusnya selalu dipandang sebagai sesuatu yang tidak bernilai. Melalui teknologi biodigester, sampah tersebut dapat diolah melalui proses fermentasi anaerob untuk menghasilkan biogas, sebagai energi alternatif serta digestat yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik,” ujar Inten Pangestika.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai konsep dan prinsip kerja biodigester, tetapi juga mengikuti praktik langsung dalam penggunaan alat. Tim PKM memperkenalkan tahapan pengolahan sampah organik, mulai dari pemilahan bahan, persiapan bahan baku, pencampuran, hingga proses memasukkan bahan organik ke dalam biodigester.
Teknologi biodigester bekerja melalui proses penguraian bahan organik oleh mikroorganisme dalam kondisi tanpa oksigen (anaerob). Proses biologis ini menghasilkan biogas yang mengandung gas metana, dan berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.
Selain itu, proses pengolahan juga menghasilkan digestat, yaitu sisa material organik dari proses fermentasi yang masih mengandung unsur hara, dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik setelah melalui pengolahan dan penanganan yang sesuai.
Sebagai bagian dari implementasi teknologi, tim PKM juga telah memasang satu unit biodigester di lokasi warga. Pemasangan ini menjadi langkah nyata agar masyarakat dapat mengenal, mempelajari, dan mulai menerapkan teknologi tersebut secara langsung di lingkungan tempat tinggal mereka. Dengan adanya unit biodigester, masyarakat diharapkan dapat melanjutkan praktik pengolahan sampah organik secara mandiri setelah kegiatan pelatihan selesai.
Meskipun pada saat pelatihan belum dilakukan demonstrasi pemanfaatan biogas untuk menyalakan kompor, masyarakat telah diperkenalkan pada mekanisme kerja alat dan proses pengolahan bahan organik. Proses pembentukan biogas selanjutnya memerlukan waktu fermentasi dan pemantauan sesuai kondisi operasional biodigester.
Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta mengikuti penjelasan dan praktik penggunaan alat serta berdiskusi mengenai pemanfaatan sampah organik rumah tangga. Keterlibatan Komunitas Tanam Bersama yang diketuai Sumarni, juga menjadi peluang untuk mengembangkan pemanfaatan digestat sebagai bahan pendukung kegiatan pertanian dan penghijauan di lingkungan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Tim PKM Politeknik Negeri Medan berharap masyarakat semakin memahami bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari rumah tangga. Penerapan teknologi biodigester diharapkan mampu mengurangi sampah organik yang dibuang, meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan lingkungan, serta membuka peluang pemanfaatan energi alternatif dan hasil pengolahan limbah untuk mendukung kegiatan produktif masyarakat.
Program ini juga merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung, untuk menjawab permasalahan yang dihadapi masyarakat. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa Polmed antara lain Muhammad Hafiz, Brian Moses Saragih, Eirene Tioloan Hasibuan, Sry Rezeki Martha Silvia Butarbutar, Jelita Mesrawaty Ambarita dan masyarakat, menjadi bagian penting dalam mendorong penerapan teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan setempat.
Keberadaan biodigester yang telah dipasang di Gang Rahmat diharapkan tidak berhenti sebagai hasil kegiatan pengabdian semata, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Keberlanjutan pengoperasian alat, pemilahan sampah organik, serta pendampingan dalam pemanfaatan hasil fermentasi menjadi faktor penting agar manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Melalui program PKM Implementasi Teknologi Biodigester ini, Politeknik Negeri Medan mengajak masyarakat untuk melihat sampah dari sudut pandang yang berbeda: bukan sekadar limbah yang harus dibuang, melainkan sumber daya yang dapat diolah dan dimanfaatkan kembali.(RIL/MBB)









