Home / Medan / Remaja dan Naposo HKBP Medan Sudirman Sukses Mengisi Acara Live Lintas Agama Kristen Protestan di TVRI Sumut

Remaja dan Naposo HKBP Medan Sudirman Sukses Mengisi Acara Live Lintas Agama Kristen Protestan di TVRI Sumut

KampusMedan – Medan, Paduan Suara Remaja dan Naposobulung HKBP Medan Sudirman sukses mengisi acara “Lintas Agama Kristen Protestan” secara Live di TVRI Sumut, Sabtu (20/6/2026). Remaja membawakan lagu “Kami Datang Ya Tuhan” dengan conductor Andy Hutagalung, sedangkan Naposobulung membawakan dua lagu yaitu “Kami Mau Ikut Yesus” dan “He Loves Me” dengan conductor juga Andy Hutagalung. Acara tersebut dihadiri Pdt.Banner Siburian MTh, Pdt.Linda Silaban STh,MM dan Pdt.Agustina Simaremare,STh.

Di sela-sela acara, tampil Pendeta Resort Pdt.Banner Siburian MTh, membawakan renungan dari Ulangan 6; 4-9, tentang perintah utama yang menegaskan keesaan Allah, kewajiban untuk mengasihi-Nya dengan seluruh keberadaan manusia, dan instruksi penting bagi orang tua untuk mengajarkan firman-Nya kepada keturunan mereka secara terus-menerus

“Keluarga adalah lembaga pertama yang diciptakan Tuhan di dunia ini, yaitu keluarga Adam dan Hawa. Jadi sesungguhnya pengajaran iman dimulai dari keluarga. Bahwa pengajaran di sekolah, di sekolah minggu itu perlu juga sebagai tambahan, intinya adalah dari keluarga”,ujar Pdt,Banner Siburian MTh.

Menurutnya, ada tiga (3) seruan utama perikop ini. Pertama, para pemuda secara khusus dan jemaat secara umum, supaya setia mengasihi Tuhan dengan segenap jiwa, segenap hati, karena satu-satunya yang berdaulat atas dunia dan hidup kita hanya Tuhan diatas segala-galanya.Kita disuruh menyembah Tuhan secara monoteis lewat Yesus Kristus sebagai satu-satunya kebenaran yang harus kita lakukan dimana saja.

Kedua, para pemuda harus pasang telinga yang tajam untuk mendengarkan Firman Tuhan dengan berbagai tantangan yang kita hadapi.Jadi mendengarkan Firman Tuhan adalah sebagai keharusan dalam keluarga kita. Ketiga, kepada para orang tua secara khusus, kita diminta turut membangun iman pemuda gereja dengan mengajarkan Firman Tuhan secara berulang-ulang lewat berbagai media yang ada, bisa media indoor bisa juga media outdoor.

Dalam dialog dengan Grace Damanik selaku pembawa acara, dipertanyakan kenapa pengajaran iman harus melalui keluarga. Pdt.Banner Siburian MTh mengulangi penekanannya, bahwa keluarga Adam dan Hawa adalah lembaga pertama yang diciptakan Allah. Kemudian, pelayanan Yesus pun dimulai juga dari keluarga, yaitu ketika Yesus membuat air menjadi anggur di pesta pernikahan.

“Kapan saja dan dimana saja, orang tua harus bisa mengajarkan Firman Tuhan dengan berbagai cara. Misalnya waktu makan, waktu duduk santai di ruang tamu, waktu ngobrol-ngobrol sama keluarga di tempat tidur, dalam perjalanan dan dalam situasi apa pun, melalui ibadah keluarga juga. Termasuk orang tua harus menjadi teladan bagi anak-anaknya dalam situasi apa pun dan dimana pun”,ujarnya.

Pdt.Linda Silaban,STh,MM juga ditanya tentang tantangan pengajaran iman kepada generasi muda saat ini. Menurut Pdt.Linda Silaban,STh,MM, arus informasi yang demikian masif dan cepat membawa dua dampak, yaitu dampak positif dan negatif, seperti judi online, pornografi, human trafficking yang bisa merusak nilai moral anak bangsa.

“Informasi yang datang itu pun banyak palsu, misalnya kemewahan hidup dengan tampilan AI yang bisa diubah seperti asli padahal palsu. Untuk itu kita harapkan pemuda kita ini memiliki kecerdasan secara spiritual, kalau tidak, bisa menghadapi krisis moral. Dengan kecerdasan spiritual, para pemuda kita bisa membedakan mana yang baik mana yang tidak baik, mana yang asli mana yang palsu. Mereka bisa bersikap. Tapi kecerdasan spiritual ini tidak bisa terjadi secara instan, butuh proses. Oleh sebab itu, sebagai orang tua, tugas kita menyuruh anak-anak muda ini rajin ke gereja, rajin berdoa, rajin mengikuti ibadah-ibadah pemuda. Untuk itu, memang pengajaran iman ini harus dimulai dari keluarga”,tambahnya.

Menurutnya, dengan pengajaran Firman Tuhan yang terus-menerus dari orang tua, dari pendeta, dari guru huria, dari sintua, kita berharap pemuda gereja kelak akan memiliki karakter Kristus. Dengan memiliki karakter Kristus, pemuda kita tidak akan mudah tergoda oleh apa pun.

Disupport oleh sejumlah pendamping, seperti Rudman Simanjuntak, Elisa Silitonga, Martauli Napitupulu, Mangasi Butarbutar dan Donovan Siahaan, Paduan Suara Remaja dan Naposo beberapa kali melakukan latihan yang dilatih oleh Andi Hutagalung, dan juga melakukan GR di gereja dipandu oleh Angga selaku Produser Acara Lintas Agama Kristen Protestan dari TVRI, Rabu (17/6/2026).

Adapun peserta paduan suara remaja antara lain Gloria Marpaung, Nadia Febiola, Cindy Natalia Manullang, Annabella Indah Nababan, Ezra Sagita Nauli Sibarani, Thebora TF Nainggolan, Ribka R.Gultom, John Rich Tampubolon, Alexander Beltsazar, Marsahala Siahaan, Gabriel Felian Sipayung, Tomothy MH Sianturi, Gracia Yessenia Sitorus, Brigita M Siahaan, Keiko A.Sihite, Claudia E Siahaan, Gilbert Sihombing, Jack Siahaan, Julius Sitanggang, Regina Viviana, Regina Sirait.

Sementara itu, Paduan Suara Naposobulung terdiri dari Silvy Sitorus, Dytia Simanjuntak, Yohana Sitanggang, Margaretha Sitanggang, Claudia Simorangkir, Nola Siahaan, Putri Hasibuan, Hanny Panjaitan, Emma Simamora, Sela Tobing, Seprianingsih Silaen, Grace Pardede, Michele, Ruth Siahaan, Aris Sianturi, Ruben Simanjuntak, Fabio Simanjuntak, Abed Panjaitan, Samuel Tobing, Palar Sirait, Petra Situmorang, Jonatan Panjaitan, Joy Situmorang, Derris Siregar.

Usai acara Live di TVRI, seluruh anggota Remaja dan Naposo HKBM Medan Sudirman beserta rombongan tampak bersukacita, saling bersalaman dan makan bersama, karena berhasil mengisi acara Live di TVRI Sumut tersebut dengan sukses, tepat dengan durasi 60 menit (pukul 13.25 sd 14.25 WIB) merampungkan acara dengan baik.(RED/MBB)

Tag:

Tinggalkan Balasan