Tekanan ekonomi global, gejolak geopolitik, serta ketidakpastian pasar internasional saat ini memicu tekanan ganda bagi perekonomian domestik. Kondisi ini ditandai dengan melonjaknya harga kebutuhan pokok masyarakat diiringi dengan tren pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat dan peningkatan biaya hidup.
Berdasarkan data terkini per Juli 2026, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS (USD) tercatat berada di kisaran Rp17.725,00 hingga Rp17.875,00. Pelemahan ini berimbas pada rantai pasok dan inflasi di tingkat daerah, termasuk Kota Medan.
Pantauan Harga Kebutuhan Pokok di Kota Medan (Juli 2026)
Meskipun sejumlah komoditas pangan utama seperti Beras, Daging Sapi, dan Minyak Goreng terpantau stabil, beberapa kebutuhan pokok lainnya mengalami kenaikan serta fluktuasi harga yang signifikan:
Penyesuaian Harga BBM
Di sektor energi, harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamina mengalami penyesuaian per Juli 2026. Sementara harga BBM subsidi seperti Pertalite (Rp10.000/liter) dan Biosolar (Rp6.800/liter) dipastikan tetap, beberapa varian BBM non-subsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami penurunan harga.
Langkah Strategis Menghadapi Tantangan Ekonomi
Menghadapi kondisi ekonomi ini, masyarakat diimbau untuk mengambil langkah-langkah adaptif :
-Belanja Bijak: Memprioritaskan kebutuhan pokok dan menghindari pemborosan.
-Dukung Produk Lokal: Membeli produk lokal untuk membantu petani dan pelaku UMKM daerah.
-Kelola Keuangan: Menjaga alokasi dana darurat dan melakukan penghematan secara terencana.
-Peduli Sesama: Saling membantu di lingkungan sekitar serta mendukung kebijakan pemerintah yang proporsional.
Tantangan ekonomi ini tidak mudah, namun dengan kebersamaan, kerja keras dan kebijaksanaan, kita bisa melewati masa sulit dan membangun Indonesia yang lebih kuat.
Penulis: Sri Wulandari, S.Ak., M.Ak. | Mangasi Butarbutar,S.E.,M.M.









