Home / Kampus / Dosen Polmed Dampingi Pengembangan Sarana Prasarana Ibadah Berbasis Pemanfaatan Tanah Wakaf di Mushola Baitul Ibadah Kabupaten Asahan

Dosen Polmed Dampingi Pengembangan Sarana Prasarana Ibadah Berbasis Pemanfaatan Tanah Wakaf di Mushola Baitul Ibadah Kabupaten Asahan

KampusMedan – Kisaran, Politeknik Negeri Medan melalui Tim Dosen Jurusan Teknik Sipil dan Akuntansi beserta mashasiswa, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, berupa optimalisasi pemanfaatan tanah wakaf untuk pengembangan Mushola Baitul Ibadah di Kelurahan Sentang, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, yang merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan ini merupakan salah satu kontribusi perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas sarana dan prasarana ibadah.

Mushola Baitul Ibadah merupakan salah satu pusat kegiatan keagamaan masyarakat di Kelurahan Sentang. Selain digunakan untuk pelaksanaan ibadah salat berjamaah, mushola ini juga menjadi tempat penyelenggaraan pengajian, perwiritan, serta kegiatan pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak.

Namun keterbatasan kapasitas bangunan menjadi salah satu kendala yang dihadapi pengurus mushola. Bangunan eksisting hanya mampu menampung sekitar 40-50 jamaah. Kondisi tersebut menyebabkan ruang ibadah tidak dapat mengakomodasi seluruh jamaah pada waktu tertentu, terutama selama bulan Ramadan dan kegiatan keagamaan lainnya.

Meskipun demikian, terdapat potensi pengembangan melalui keberadaan sebidang tanah wakaf yang berada tepat di samping bangunan mushola eksisting, dan berbatasan dengan Jalan Melinjo. Lahan tersebut memiliki peluang untuk dimanfaatkan secara lebih optimal, guna mendukung pengembangan fasilitas ibadah sekaligus penataan akses kawasan mushola.

Sayangnya, potensi tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal, karena pengurus mushola belum memiliki dokumen perencanaan teknis sebagai pedoman pembangunan.

Menjawab permasalahan tersebut, Tim Dosen Politeknik Negeri Medan menawarkan pendampingan teknis melalui beberapa tahapan kegiatan, mulai dari koordinasi dengan mitra, survei dan pengukuran lahan, hingga penyusunan dokumen perencanaan pengembangan mushola kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Dokumen yang disiapkan meliputi site plan atau rencana tata letak kawasan, gambar desain bangunan, serta Rencana Anggaran Biaya (RAB). Ketiga dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman bagi pengurus mushola dalam merencanakan pembangunan secara lebih terarah, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Tidak hanya berfokus pada penyusunan dokumen teknis, kegiatan ini juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kapasitas pengurus Mushola Baitul Ibadah. Melalui sosialisasi dan pendampingan teknis, pengurus diberikan pemahaman mengenai cara membaca dan menggunakan dokumen perencanaan, termasuk memahami gambar desain bangunan serta estimasi biaya pembangunan.

Dengan adanya site plan, gambar desain, dan RAB, pengurus BKM diharapkan memiliki acuan yang lebih jelas dalam menentukan tahapan pembangunan, memperkirakan kebutuhan biaya, serta menyampaikan rencana pengembangan

Ketua tim pelaksana, Ir. Meiga Nugrahani, S.T., M.Eng, bersama anggota tim yang terdiri atas Ir. Rudianto Surbakti, S.T., M.T, Dr. Muhammad Zuardi, S.E., M.M, Dinnie Ananda Rizky, M.Eng dan Nova Juliana, S.T., M.T, mengintegrasikan keahlian bidang Teknik Sipil dan Akuntansi dalam pelaksanaan program tersebut.

Selanjutnya pada hari Sabtu, 31 Oktober 2026 telah dilakukan serah terima site plan, gambar desain, dan RAB serta sarana pendukung lainnya kepada BKM Baitul Ibadah.

Sekretaris BKM Baitul Ibadah, Muhammad Meftah, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Tim Dosen Politeknik Negeri Medan, atas kepedulian dan kontribusinya dalam membantu pengembangan sarana ibadah, melalui optimalisasi pemanfaatan tanah wakaf di lingkungan mereka.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan pendampingan yang diberikan oleh Tim Dosen Politeknik Negeri Medan. Kegiatan ini sangat membantu kami, khususnya dalam memperoleh gambaran perencanaan pengembangan mushola melalui penyusunan site plan, desain bangunan, dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Dengan adanya dokumen tersebut, kami memiliki acuan yang lebih jelas untuk merencanakan pembangunan mushola secara bertahap, sesuai dengan kemampuan dan ketersediaan dana. Kami berharap kerja sama dan pendampingan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga pengembangan Mushola Baitul Ibadah dapat terealisasi dengan baik,” tutur Muhammad Meftah.

Melalui kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) ini, Politeknik Negeri Medan berupaya menunjukkan bahwa peran perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada kegiatan pendidikan dan penelitian, tetapi juga hadir secara langsung untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Pada akhirnya, kegiatan ini bukan sekadar menghasilkan dokumen perencanaan pembangunan, melainkan juga mendorong pemanfaatan aset wakaf secara lebih produktif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(RIL/MBB)

Tag:

Tinggalkan Balasan