KampusMedan – Medan, Politeknik Negeri Medan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), melaksanakan kegiatan rancang bangun prasarana pendopo di Rumah Tahfidz Yaqin, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan.
Kegiatan ini bertujuan menambah fasilitas pembelajaran bagi para santri, khususnya untuk mendukung aktivitas belajar dan menghafal Al-Qur’an dalam suasana yang lebih nyaman dan menyenangkan.
Program bertajuk Rancang Bangun Prasarana Pendopo Rumah Tahfidz Yaqin, Kel. Sidomulyo, Kec. Medan Tuntungan, Kota Medan ini dibiayai melalui DIPA Politeknik Negeri Medan Tahun 2026, sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas sarana pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri atas Rudianto Surbakti, S.T., M.T, Muhammad Mabrur, S.T., M.T, Budi Harianto, S.T., M.T, Hasanul Arifin Purba, S.T., M.T, serta Efri Deby Ekinola Ritonga, S.T., M.T.
Menjawab Kebutuhan Ruang Belajar Santri
Pelaksanaan program ini berangkat dari kebutuhan akan ruang belajar yang lebih luas di Rumah Tahfidz Yaqin. Keterbatasan prasarana yang tersedia menjadi salah satu kendala dalam memfasilitasi kegiatan belajar mengajar dan menghafal Al-Qur’an bagi para santri.
Sebagai solusi, tim pelaksana menawarkan pembangunan pendopo yang ditempatkan di luar bangunan utama. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat menjadi ruang alternatif bagi para santri untuk belajar, menghafal Al-Qur’an, serta melaksanakan kegiatan pembelajaran lainnya.
Selain menambah kapasitas ruang belajar, pembangunan pendopo juga dirancang untuk menghadirkan suasana yang berbeda dari ruang belajar di dalam bangunan utama. Lingkungan belajar yang lebih terbuka diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan mendukung semangat para santri dalam menuntut ilmu.
Pendopo yang dibangun memiliki ukuran 4 × 6 meter dengan luas 24 meter persegi. Struktur pendopo menggunakan material baja ringan atau besi yang kokoh dan dirancang sebagai prasarana yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Mitra Masyarakat
Keberhasilan kegiatan ini didukung oleh keterlibatan Pengurus Rumah Tahfidz Yaqin, yang diwakili oleh Muhammad Ridho, M.Pd selaku mitra kegiatan. Kolaborasi antara tim pelaksana dan mitra menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Mitra berperan dalam memberikan informasi mengenai material konstruksi yang diperlukan, mengoordinasikan kegiatan dengan masyarakat sekitar, membantu pengelolaan pelaksanaan kegiatan di lingkungan rumah tahfidz, serta menyediakan fasilitas pendukung selama proses rancang bangun berlangsung.
Ketua tim pengabdian, Rudianto Surbakti, S.T., M.T menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut mencerminkan pentingnya keterlibatan langsung masyarakat dalam program pengabdian kepada masyarakat. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, fasilitas yang dibangun diharapkan sesuai dengan kebutuhan pengguna serta dapat dimanfaatkan secara optimal setelah kegiatan selesai.
Pembangunan Berlangsung September hingga Oktober 2026
Proses pembangunan pendopo dilaksanakan secara bertahap. Kegiatan dimulai pada 8 September 2026, dengan pekerjaan pemasangan rangka pendopo yang dilanjutkan dengan pemasangan atap. Tahap berikutnya adalah pengerjaan lantai dan pemasangan keramik yang dimulai pada 23 September 2026.
Seluruh pekerjaan tersebut diselesaikan pada 11 Oktober 2026, sehingga pendopo siap dimanfaatkan sebagai fasilitas pendukung kegiatan pembelajaran di Rumah Tahfidz Yaqin. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, serah terima hasil program pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada 17 Oktober 2026. Penyerahan ini menjadi bagian penting dari keberlanjutan program, karena hasil pembangunan selanjutnya dapat dimanfaatkan dan dikelola oleh pihak mitra untuk menunjang aktivitas pendidikan para santri.

Apresiasi atas Dukungan dan Pelaksanaan Program
Dalam rangkaian kegiatan ini, tim pelaksana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Politeknik Negeri Medan atas dukungan pendanaan melalui DIPA sehingga program pembangunan pendopo dapat terlaksana. Apresiasi juga ditujukan kepada Pengurus Rumah Tahfidz Yaqin, khususnya Muhammad Ridho, M.Pd., beserta masyarakat sekitar yang telah memberikan dukungan, koordinasi, dan bantuan selama proses pembangunan.
Dari pihak mitra, dukungan terhadap program ini menjadi wujud kerja sama dalam meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan di lingkungan Rumah Tahfidz Yaqin. Kehadiran pendopo diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para santri, pengurus, dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pendidikan Al-Qur’an.
Wujud Nyata Pengabdian Perguruan Tinggi kepada Masyarakat
Program rancang bangun pendopo Rumah Tahfidz Yaqin merupakan salah satu bentuk penerapan keilmuan dan kompetensi bidang teknik, untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Melalui kegiatan ini, perguruan tinggi tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga berkontribusi secara langsung dalam mendukung pengembangan fasilitas pembelajaran.
Pembangunan pendopo diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih memadai, nyaman, dan mendukung kegiatan menghafal Al-Qur’an. Dengan tersedianya ruang tambahan, para santri diharapkan memiliki kesempatan untuk belajar dalam suasana yang lebih bervariasi dan menyenangkan.
Ke depan, keberadaan pendopo ini diharapkan dapat dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pengurus Rumah Tahfidz Yaqin. Kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga pendidikan, dan masyarakat diharapkan terus berkembang, sehingga program pengabdian kepada masyarakat dapat menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi peningkatan kualitas pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat.(RIL/MBB)








