Home / Kampus / BINUS University Terapkan Smart Aquaponics Berbasis IoT di Arjuna Farm Mendukung Ketahanan Pangan Lokal

BINUS University Terapkan Smart Aquaponics Berbasis IoT di Arjuna Farm Mendukung Ketahanan Pangan Lokal

KampusMedan – Deli Tua, BINUS University melalui program Pengabdian kepada Masyarakat mengimplementasikan Smart Aquaponics berbasis Internet of Things (IoT) di Arjuna Farm, Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, 25 Juli 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program BINUS Bangun Desa – Untuk Nusantara (BBD-UN), yang diarahkan untuk mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna, sekaligus meningkatkan kapasitas mitra dalam pengelolaan budidaya aquaponik.

Arjuna Farm merupakan mitra yang menjalankan kegiatan aquaponik, dengan mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem. Sebelum implementasi teknologi, pemantauan kondisi budidaya masih banyak bergantung pada pemeriksaan langsung, sedangkan informasi seperti suhu lingkungan, suhu air, kelembapan media tanam, dan perkembangan tanaman belum terdokumentasi dalam satu sistem digital yang terintegrasi.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, tim mengembangkan prototype Smart Aquaponics yang mengintegrasikan Raspberry Pi 3, ESP8266, sensor DHT21, sensor DS18B20, sensor kelembapan media tanam, LCD, dashboard berbasis web, serta kamera EZVIZ C6N untuk dokumentasi visual tanaman.

Melalui sistem tersebut, informasi mengenai suhu udara, kelembapan udara, suhu air, serta kelembapan media tanam dapat ditampilkan melalui LCD di lokasi maupun melalui dashboard. Sistem ini memberikan mitra akses yang lebih terstruktur terhadap informasi kondisi budidaya dan mendukung dokumentasi aktivitas aquaponik secara digital.

Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan Teknologi

Sebagai bagian dari proses pemberdayaan, pada 25 Juli 2026, tim melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan penggunaan Smart Aquaponics kepada mitra dan peserta kegiatan.

Pelatihan tidak hanya memperkenalkan perangkat yang digunakan, tetapi juga membahas fungsi sistem Smart Aquaponics, cara membaca informasi pada LCD dan dashboard, penggunaan perangkat monitoring, serta pemeliharaan dasar sistem. Kegiatan dilakukan melalui pemaparan materi, diskusi, serta pengenalan penggunaan teknologi secara langsung.

Dokumentasi kegiatan menunjukkan adanya proses penyampaian materi dan diskusi dengan menggunakan materi Smart Aquaponics dalam kegiatan tatap muka. Pendekatan ini menghubungkan penjelasan teknologi dengan penerapannya pada instalasi nyata di Arjuna Farm.

Ketua tim, Adli Abdillah Nababan, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar teknologi tidak berhenti pada pemasangan perangkat. “Tujuan kami bukan hanya membangun sistem Smart Aquaponics, tetapi memastikan teknologi tersebut dapat dipahami, digunakan, dan dikembangkan bersama mitra. Melalui pendampingan ini, kami ingin menjadikan teknologi sebagai alat yang benar-benar memberikan manfaat dalam aktivitas budidaya,”ujarnya.

Hasil Awal Memberikan Manfaat Bagi Mitra

Implementasi Smart Aquaponics telah menghasilkan prototype yang dapat menampilkan informasi lingkungan budidaya secara lokal maupun melalui dashboard. Tanaman kangkung juga berhasil tumbuh pada instalasi yang dikembangkan, dan laporan kegiatan mencatat bahwa hasil panen awal telah diperoleh dan dirasakan oleh mitra.

Selain memberikan manfaat dalam aktivitas monitoring, instalasi tersebut juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran langsung bagi mitra. Sistem memungkinkan proses budidaya, perangkat IoT, data lingkungan, dan dokumentasi tanaman dipelajari dalam satu lingkungan implementasi.

Pelaksanaan program juga memberikan pengalaman penting dalam penerapan teknologi pada kondisi lapangan. Beberapa penyesuaian dilakukan terhadap perangkat visual monitoring, perlindungan komponen elektronik, dan pemeliharaan perangkat agar sistem lebih sesuai dengan lingkungan aquaponik.

Menuju Program yang Berkelanjutan

Ke depan, program diarahkan pada pemeliharaan perangkat, penyempurnaan monitoring, pendampingan lanjutan, dan pencatatan hasil budidaya yang lebih sistematis. Peluang pengembangan juga terbuka melalui hasil budidaya, paket instalasi dan pendampingan, serta kegiatan pelatihan dan kunjungan edukasi. Namun, pengembangan model usaha akan dilakukan secara bertahap dan memerlukan evaluasi biaya serta kebutuhan pasar.

Program Smart Aquaponics ini sekaligus mendukung arah Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 tentang ketahanan pangan, SDG 9 mengenai inovasi dan infrastruktur, serta SDG 11 tentang komunitas yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra masyarakat, kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi IoT dapat diterapkan secara nyata untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, pembelajaran teknologi, dan pengembangan pertanian yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Tentang Program

Kegiatan dilaksanakan melalui dukungan BINUS Internal Community Service Grant – BINUS Bangun Desa – Untuk Nusantara (BBD-UN) dengan Arjuna Farm sebagai mitra implementasi.(RIL/MBB)

Tag:

Tinggalkan Balasan