Home / Kampus / Dosen Polmed Terapkan Teknologi Biodigester untuk Olah Sampah Organik Menjadi Biogas di Desa Padang Cermin Langkat

Dosen Polmed Terapkan Teknologi Biodigester untuk Olah Sampah Organik Menjadi Biogas di Desa Padang Cermin Langkat

KampusMedan – Langkat, Tim dosen Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) Politeknik Negeri Medan (Polmed), menerapkan teknologi pengolahan sampah organik menjadi biogas, melalui pemasangan biodigester di Gang Gatot, Desa Padang Cermin, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini menyasar kelompok ibu rumah tangga, sebagai upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola limbah organic, sekaligus memanfaatkannya sebagai sumber energi alternatif.

Kegiatan bertajuk “PKM Penerapan IPTEK Pengolahan Sampah Organik Menjadi Biogas melalui Fermentasi Tertutup pada Kelompok Ibu Rumah Tangga Desa Padang Cermin, Kabupaten Langkat”, dilatarbelakangi oleh masih belum optimalnya pengelolaan sampah organik rumah tangga.

Sisa makanan, limbah tanaman dan kotoran ternak yang tidak dikelola dengan baik, berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Padahal, bahan-bahan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biogas melalui proses fermentasi anaerob, atau penguraian bahan organik tanpa kehadiran oksigen.

Sebagai solusi, tim PKM POLMED memperkenalkan teknologi biodigester dengan sistem fermentasi tertutup. Dalam kegiatan tersebut, tim memasang satu unit biodigester sebagai sarana pengolahan limbah organik menjadi biogas. Teknologi ini diharapkan dapat menjadi alternatif pengelolaan sampah yang lebih produktif, sekaligus mengurangi kebiasaan membuang atau membakar sampah secara terbuka.

Tidak hanya melakukan pemasangan alat, tim juga memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada kelompok ibu rumah tangga Desa Padang Cermin. Materi yang disampaikan meliputi prinsip kerja biodigester, pemilihan dan pemanfaatan bahan baku organik, serta tata cara pengoperasian dan pemeliharaan alat, agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Ibu Suherni selaku perwakilan mitra, turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Ketua tim PKM, Imas Masriah, M.Si, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk menjawab permasalahan yang dihadapi masyarakat, khususnya di bidang pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan energi alternatif.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat agar tidak lagi memandang sampah organik sebagai sesuatu yang tidak bernilai. Dengan teknologi biodigester, limbah organik berpotensi diolah menjadi biogas yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif. Kami berharap teknologi ini dapat diterapkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini juga melibatkan lima mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri POLMED, yaitu Marlina, Elfrida Lenta Manalu, Aprillo Hutahaean, Raynold Briantama Saragih, dan Khairil Azmi. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari pembelajaran langsung di tengah masyarakat, sekaligus memberikan pengalaman dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membantu mengatasi persoalan lingkungan.

Program pengabdian kepada masyarakat ini didukung oleh DIPA Politeknik Negeri Medan Tahun 2026. Tim pelaksana terdiri atas Imas Masriah, M.Si. selaku ketua, dengan anggota Devi Lestari, S.Pd., M.Si, Inten Pangestika, M.Sc, Pina Budiarti Pratiwi, S.Pd., M.Si, dan Dikki Miswanda, S.Pd., M.Sc.

Melalui penerapan teknologi biodigester ini, Polmed berharap masyarakat Desa Padang Cermin semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah organik, dan mampu memanfaatkan potensi limbah di lingkungan sekitar menjadi sumber daya yang bernilai guna.

Program ini juga diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan, serta pemanfaatan energi terbarukan berbasis potensi lokal.(RIL/MBB)

Tag:

Tinggalkan Balasan