KampusMedan – Medan, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Prima Indonesia (UNPRI) sukses menutup rangkaian perhelatan akbar FIK Fest 2026 bertajuk “Excite (Ex)plore. (C)reate. (T)ransform.” Kegiatan yang terbuka untuk umum dan berlangsung meriah selama tiga hari berturut-turut, mulai Sabtu hingga Senin (31/10–2/11/2026) di Main Hall dan Mini Hall Lantai 10 Kampus Utama UNPRI, disambut dengan antusiasme tinggi oleh sekitar 800 mahasiswa.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan di Main Hall pada Sabtu (31/10/2026), yang dihadiri oleh Wakil Dekan I FIK UNPRI, Dr. apt. Razoki, S.Si., M.Kes., M.Biomed., M.H, bersama Ketua dan Sekretaris Program Studi serta jajaran Biro Administrasi Akademik (BAA) FIK UNPRI.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan I mengaitkan kesuksesan penyelenggaraan FIK Fest dengan visi utama FIK UNPRI, yakni menjadi fakultas unggulan nasional dalam mengembangkan socio-technopreneurship pada ilmu kesehatan, guna menghasilkan tenaga kesehatan dan IPTEK kesehatan yang menjunjung tinggi profesionalisme. “FIK Fest bukan sekadar festival. Tema Explore, Create, Transform mencerminkan visi kami: mahasiswa kesehatan diajak menjelajahi gagasan, menciptakan karya, dan mengubahnya menjadi manfaat nyata bagi masyarakat, tanpa meninggalkan nilai profesionalisme,” ujarnya.
Semangat tersebut selaras dengan identitas UNPRI sebagai kampus socio-technopreneurship, yang menekankan kepekaan sosial, inovasi, dan kemandirian. Selama tiga hari pelaksanaan, pengunjung disuguhkan Bazar UMKM yang menampilkan 40 stan dari sivitas akademika dan Prima Group, serta berbagai ajang perlombaan internal seperti Badminton, Mobile Legends, Vokal Solo, Video Edukatif, dan Poster.
Pada hari kedua, Minggu (1/11/2026), telah sukses diselenggarakan Talkshow Kesehatan Mental bertajuk “Two Inspiring Talks, One Important Conversation!” yang menghadirkan narasumber ahli: Muhammad Aditya Kurnia, S.K.M., M.P.H., Ph.D (membahas tekanan media sosial, FOMO, dan overthinking) serta Nurvica Sari P, S.Psi., M.Psi., Psikolog, membahas tekanan mental sebagai mahasiswa kesehatan). Melalui sesi ini, FIK UNPRI menegaskan kembali bahwa kesejahteraan psikologis merupakan fondasi penting bagi tenaga kesehatan sebelum melayani masyarakat luas.(RED/MBB)








