Home / Kampus / Dekan Pertanian Nommensen Medan Dr. Hotden L. Nainggolan, SP, MSi Jajaki Kolaborasi Riset dan Pendidikan dengan PPKS Medan

Dekan Pertanian Nommensen Medan Dr. Hotden L. Nainggolan, SP, MSi Jajaki Kolaborasi Riset dan Pendidikan dengan PPKS Medan

KampusMedan – Medan, Dekan Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen Medan, Dr. Hotden L. Nainggolan, SP, M.Si, menjajaki kolaborasi strategis dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan, untuk memperkuat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

PPKS merupakan salah satu lembaga penelitian yang memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan industri kelapa sawit di Indonesia. Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen Medan melihat kolaborasi dengan PPKS sebagai peluang untuk mempertemukan kekuatan akademik perguruan tinggi dengan pengalaman riset dan inovasi lembaga penelitian yang akan berdampak bagi masyarakat dan bangsa.

Dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026), Dr. Hotden L. Nainggolan, SP, M.Si menyampaikan bahwa penjajakan kerja sama tersebut dilakukan dalam pertemuan antara jajaran Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen Medan dengan Pimpinan PPKS di kantor PPKS, Jalan Brigjen Katamso, Medan. Adapun pertemuan tersebut membahas sejumlah peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan dalam bentuk program akademik, penelitian, pengembangan kompetensi mahasiswa, hingga kegiatan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Dr. Hotden L. Nainggolan, SP., M.Si., yang didampingi Ketua Program Studi Agribisnis Dr. Albina Ginting, SP., M.Si berdiskusi dengan jajaran PPKS yang dipimpin Dr. Dhimas Wiratmoko, Manajer Inovasi, Inkubasi, dan Pengembangan Bisnis. Turut hadir dalam pertemuan tersebut peneliti Kelompok Keahlian (Kelti) Ilmu Tanah dan Agronomi, Azis Zaffan Pangaribuan selaku Penanggung Jawab Optimalisasi Aset, serta Rara Aza Andieny, SE., Penanggung Jawab Kerja Sama dan Dukungan Penelitian.

Tidak Berhenti pada MoU

Dekan Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen Medan, Dr. Hotden L. Nainggolan, mengatakan kerja sama yang dijajaki bersama PPKS Medan tidak diarahkan hanya untuk penandatanganan dokumen kerja sama (MoU). Menurut dia, yang lebih penting adalah bagaimana kerja sama tersebut dapat diterjemahkan menjadi kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, lembaga penelitian, dunia usaha, dan masyarakat.

“Kita ingin membangun kerja sama yang tidak berhenti pada MoU, namun yang paling penting adalah programnya berjalan dan menghasilkan dampak. Karena itu, konsep yang kita dorong adalah kampus berdampak,” ujar Dr. Hotden L. Nainggolan, SP, M.Si. “Salah satu fokus yang dibahas adalah membuka ruang yang lebih luas bagi mahasiswa Fakultas Pertanian Nommensen Medan untuk belajar langsung dari lingkungan penelitian dan praktik professional”, tuturnya.

Dr. Hotden L. Nainggolan, SP, M,Si juga memaparkan mahasiswa perlu memperoleh pengalaman yang melengkapi pembelajaran di dalam kelas sehingga memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai persoalan pertanian dan perkebunan di lapangan. “Mahasiswa harus mendapatkan pengalaman akademik sekaligus pengalaman lapangan. Kuliah tamu, magang, penelitian bersama, dan kegiatan lainnya dapat menjadi jembatan antara teori yang diperoleh di kampus dengan persoalan nyata di lapangan,” katanya.

Kuliah Tamu Hingga Penelitian Bersama

Sejumlah bentuk kolaborasi yang dibahas dalam pertemuan tersebut antara lain kuliah tamu, magang mahasiswa, penelitian bersama, pengembangan kompetensi dosen dan mahasiswa, serta kegiatan akademik seperti Seminar Nasional dan kegaitan akademik dan profesional lainnya. Kerja sama penelitian menjadi salah satu peluang yang dinilai memiliki ruang pengembangan cukup luas.

Fakultas Pertanian Nommensen Medan memiliki sumber daya akademik pada berbagai bidang pertanian, termasuk Teknologi Hasil Pertanian, Agribisnis dan Agroteknologi. Di sisi lain, PPKS memiliki pengalaman dan kapasitas penelitian yang berkaitan dengan kelapa sawit, ilmu tanah, agronomi, teknologi, serta pengembangan inovasi.

Ketua Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensne Medan, Dr. Albina Ginting, SP, M,Si, turut mendorong agar kolaborasi yang dibangun dapat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami aspek agribisnis secara lebih komprehensif. Menurut dia “perkembangan sektor pertanian saat ini membutuhkan lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu membaca persoalan produksi, teknologi, kelembagaan, pasar, dan rantai nilai pertanian” tutupnya.

Mempertemukan Kampus dan Lembaga Riset

Sementara itu, jajaran PPK Medan yang diwakili Dr. Dhimas Wiratmoko, menyambut baik penjajakan kerja sama yang dilakukan Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensne Medan. Diskusi antara kedua pihak berlangsung terbuka dengan mengeksplorasi berbagai potensi kegiatan yang dapat dikembangkan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kapasitas masing-masing institusi.

Kolaborasi perguruan tinggi dan lembaga penelitian dinilai dapat menjadi ruang strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan pertanian. Perguruan tinggi memiliki mahasiswa, dosen, dan kapasitas akademik, sedangkan lembaga penelitian memiliki pengalaman riset, inovasi, teknologi, dan jejaring profesional. “Sinergi keduanya diharapkan menghasilkan kegiatan yang tidak hanya bermanfaat bagi institusi, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan sektor pertanian” ,ujar Dr. Dhimas Wiratmoko.

“Diskusi hari ini diharapkan dapat ditindaklanjuti bersama melalui penyusunan program kerja sama yang lebih konkret, sehingga hubungan antara Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen Medan dan PPKS dapat berkembang dari tahap penjajakan menuju kolaborasi pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan”, pungkas Dr. Dhimas Wiratmoko.(RIL/MBB)

Tag:

Tinggalkan Balasan