KampusMedan – Medan, Dalam rangka memperkuat keingintahuan Film yang lagi menarik perhatian banyak komunitas Tionghoa karena berbahasa Teochew, maka, Perkumpulan Teochew Bersatu Sumatra Utara (Sumut) menggelar acara Nonton Bareng (Nobar) film drama keluarga Dear You (Love Letters to Grandma). Kegiatan ini dilaksanakan di XXI Cambridge, Medan, pada Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 14.30 WIB.
Acara nobar ini dihadiri oleh jajaran pengurus, anggota perkumpulan Teochew Bersatu Sumut, serta masyarakat Tionghoa Medan dari berbagai generasi. Antusiasme peserta sangat tinggi mengingat film ini disajikan secara penuh menggunakan dialek Teochew yang otentik, membawa nuansa nostalgia yang mendalam akan budaya China tempo dulu.
Disutradarai oleh Lan Hongchun, Dear You merupakan kisah emosional berlatar sejarah nyata tentang pengiriman uang dan surat diaspora Tionghoa yang dikenal sebagai qiaopi. Cerita berfokus pada Ye Sogriu (Wu Shaoqing), seorang nenek asal Teochew yang menghabiskan sepanjang hidupnya dengan setia menunggu kabar dari suaminya Deng Bhagseng yang merantau. Didorong rasa bakti, sang cucu, Xiaowei (Zheng Runqi), memulai perjalanan pencarian ke Thailand bermodalkan petunjuk dari lembaran qiaopi tua.
Namun, perjalanan tersebut justru mengungkap fakta mengejutkan dan rahasia besar keluarga, yang telah tersimpan rapat selama lima dekade. Xiaowei menemukan bahwa sosok yang selama puluhan tahun ini membalas dan berkirim surat dengan neneknya ternyata bukanlah sang kakek (Deng Bhagsheng), melainkan seorang Perempuan Bernama Zia Lamqi. Alur cerita yang kompleks namun menyentuh ini berhasil menggambarkan pengorbanan, cinta, dan air mata para imigran demi menghidupi keluarga di kampung halaman.

Pesan Moral Film, melalui tayangan Dear You, Perkumpulan Teochew Bersatu Sumut mengajak para penonton untuk meresapi pesan moral mendalam yang terkandung di dalamnya:
- Pentingnya Menjaga Akar Budaya dan Bahasa Ibu: Penggunaan Bahasa Teochew yang baik dan otentik menjadi pengingat bagi generasi muda untuk tidak melupakan identitas budaya dan bahasa leluhur mereka di tengah kehidupan modern.
- Nilai Kesetiaan dan Pengorbanan Keluarga: Film ini memperlihatkan betapa besarnya pengorbanan generasi terdahulu (diaspora) yang rela bertaruh nyawa di tanah rantau demi keluarga, serta keteguhan hati seorang istri yang setia menjaga harapan.
- Menghargai Komunikasi dan Hubungan Lintas Generasi: Di era digital saat ini, lembaran qiaopi (surat tua) mengajarkan kita bahwa hubungan keluarga yang tulus membutuhkan kesabaran, ketulusan, dan rasa hormat yang mendalam antar-generasi.
Melalui kegiatan ini, Perkumpulan Teochew Bersatu Sumut berharap nilai-nilai luhur budaya Chaoshan dapat terus hidup, dipahami, dan diwariskan dengan bangga oleh generasi muda Tionghoa di Sumatra Utara.(REL/MBB)








