Home / Medan / HKBP Medan Sudirman Sukses Gelar Seminar Parompuan Bertajuk “Berperilaku yang Baik di Hadapan Tuhan”

HKBP Medan Sudirman Sukses Gelar Seminar Parompuan Bertajuk “Berperilaku yang Baik di Hadapan Tuhan”

KampusMedan – Medan, HKBP Medan Sudirman melalui Panitia Parheheon Ina, sukses menggelar Seminar Parompuuan bertajuk atau dengan Tema “Berperilaku yang Baik di Hadapan Tuhan”, yang diambil dari Kolose 1:10, dengan Sub Tema “Perempuan HKBP Sudirman Menjadi Berkat Dalam Keluarga dan Rajin Melayani, yang digelar Sabtu (11/7/2026) di Gereja HKBP Medan Sudirman.

Pendeta Ressort HKBP Medan Sudirman, Pdt.Banner Siburian,MTh, tampil menjadi narasumber pertama dengan mengangkat topik “Perempuan Dalam Perspektif Alkitab”. Di awal, Pdt.Banner Siburian MTh membagi perempuan dalam empat kategori. Pertama, perempuan di usia tua yang tetap bahagia dengan senyum bersahaja. Kedua, perempuan pejuangseperti petugas parkir, uang yang diperolehnya dapat menghidupi keluarga bahkan mampu menyekolahkan anaknya ke tingkat sarjana. Ketiga perempuan zaman now yang mengutamakan kebebasan dan kebahagiaan, yang tidak mau dibebani masalah hidup. Keempat, perempuan yang kekar (bukan secara fisik), yang merasa mampu mengatasi banyak masalah tapi sifat perempuannya tetap nampak dengan tetap menyandang tas di bahunya.

“Manusia adalah rupa Allah (Imagedo), bukan dalam arti ukuran wajah, tapi soal perilaku. Ina (istri) adalah mitra setara dengan suami di hadapan Allah. Sipidong ambaroba bontar-bontar hulinghulingna, ulido di au nangpe roa, ala denggan pangalahona. Suami merasa bangga kepada istrinya walaupun kata orang kurang cantik, karena perilakunya baik”,ujarnya.

Pdt.Banner Siburian MTh kemudian menjelaskan tokoh wanita yang hebat di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru di Alkitab, seperti Debora selaku tokoh perang, Miriam selaku tokoh spiritual, Ruth penggagas kebebasan yang tidak terjajah di hadapan mertua, Ester perempuan diplomatis, Lidya pengusaha pendukung pekabaran injil, Yohana membantu pekabaran injil, Tabita yang gemar bersedekah.

Pdt.Banner Siburian MTh mengutip istilah “”If you educate a man, you educate an individual. But if you educate a woman, you educate a nation”. Menyadari besarnya pengaruh perempuan dalam keluarga, sosial hingga berbangsa, maka mendidik seorang perempuan bisa mendidik bangsa, karena perempuanlah yang lebih fokus mendidik anak-anaknya, yang kelak akan memimpin sebuah bangsa.

“Perempuan Batak selalu diharapkan seperti umpasa Ina parsakkalan naso hea mahiang, ina parbahul-bahul nabolon. Inilah mengapa HKBP mendirikan sekolah khusus perempuan, seperti Sekolah Bibelvrow, Sekolah Diakones. Namun seiring dengan perkembangan zaman, muncul tantangan orang tua, bahwa sebagian orang beranggapan kalau menikah tak perlu melahirkan, karena bisa mengadopsi anak, Melahirkan anak dianggap sebagai upaya merusak diri sendiri. Bahkan ada sekte tertentu untuk menyetarakan gender dengan mengubah Doa Bapak Kami menjadi Doa Ibu Kami”,pungkasnya.

Pembicara kedua tampil Pdt.Dr.Rospita Siahaan MTh, Sekretaris LWF Regional Asia, dan membuka paparannya dengan menampilkan visual tentang pengajaran yang salah dari para orang tua selama ini. “Ketika orang tua jalan-jalan bersama anakl-anaknya, dan melihat penyapu jalan. Orang tuanya mengatakan rajin-rajin belajar supaya tidak seperti penyapu jalan itu. Kalimat ini merusak mindset anak. Harusnya mengatakan rajin-rajin belajar supaya bisa memberikan kehidupan yang lebih baik kepada penyapu jalan tadi. Kalau ini kita utarakan, maka mindset anak menjadi mindset berkat yang membawa manfaat bagi orang banyak”,tegasnya.

Menurutnya mengubah mindset menjadi berkat bagi orang banyak sangat sejalan dengan Visi HKBP. Pdt.Dr.ERospita meminta para perempuan supaya berperilaku baik di hadapan sesama, terlebih-lebih berperilaku baik di hadapan Tuhan. “Tapi realitanya saat ini banyak orang saat ini termasuk kaum perempuan yang egois (istilah zaman dulu, atau istilah saat ini self fish, me time, me centered culture, yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan, yang dalam kehidupan sosial menjadi toxic, jadi racun yang mempengaruhi orang lain menjauh dari kehendak Tuhan. Misal ada seorang perempuan yang memaksa seleranya harus nuansa apa maunya, meskipun kebanyakan yang lain sudah sepakat nuansa merah. Ini jadi parbadaan. Jika tidak ada yang me center tadi, kan tidak ada parbadaan”,tegasnya.

Pdt.Dr.ERospita memberikan contoh lain, seperti ibu Yakobus dan Zebedeus yang mendatangi Yesus dan meminta anaknya duduk di sebelah kiri dan kanan Yesus , sehingga 10 murid Yesus lainnya menjadi marah. “Seorang ibu minta kemudahan bagi anaknya sah-sah saja, tetapi jangan sampai melanggar aturan yang bisa membuat perpecahan”,pungkasnya.

Sebelumnya seminar dimulai, acara diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin Pdt.Eva Marlina Sinaga STh, yang mengambil nats dari Lukas 10: 38-42. Menurutnya yang paling sibuk di dunia adalah kaum ibu. “Ibu bisa memegang banyak peran. Ibu adalah menteri keuangan di rumah, menteri kesehatan, menteri pendidikan, menteri dalam negeri dan luar negeri, sampai lupa mengurus dirinya sendiri. Sibuk jadi panitia di gereja, sibuk rapat, terkadang sampai lupa mengisi kerohaniannya seperti Marta. Padahal yang lebih penting adalah kedekatan hubungan kita dengan Tuhan. Mari kita isi hari-hari kita dengan Firman Tuhan seperti Maria”,ujarnya.

Menurutnya Maria dan Marta sama-sama sahabat Yesus, tapi mereka berdua berbeda sikap. Marta sibuk membandingkan dirinya dengan Maria sehingga kesibukannya menghilangkan sukacitanya. Maria memilih bagian yang terbaik. Sebenarnya dua-duanya penting, tapi ada bagian yang paling penting, ada skala prioritas, yaitu hubungan dengan Tuhan. “Mari inang mengisi hati kita dengan Firman Tuhan dengan hati yang mau belajar, sebelum kita memulai kegiatan kita”,ujarnya mengakhiri.

Sebelum acara seminar dimulai, Ketua Parheheon dan Ketua SPH menyampaikan sambutan dengan menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, terkhusus kaum Perempuan HKBP Medan Sudirman, yang turut berpartisipasi dan tergerak hatinya membantu panitia, sehingga panitia bisa menyelenggarakan seminar dimaksud dan menyediakan beragam lucky draw.

Panitia berharap Perempuan HKBP Medan Sudirman tetap semangat, bangkit dan bertumbuh dan berkenaan bagi Tuhan. Kemudian sepulang dari seminar diharapkan Perempuan HKBP Medan Sudirman memperoleh insight, mampu menambah kerohanian, mulai dari Pelatihan Conductor, Evangelisasi Koor dan kegiatan lainnya.(RED/MBB)

Tag:

Tinggalkan Balasan