KampusMedan – Pancur Batu, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Prima Indonesia (UNPRI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan kesehatan masyarakat yang unggul dan berdaya saing, melalui pelaksanaan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL).
Sebanyak 138 mahasiswa Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat resmi diterjunkan ke Desa Lama, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (15/1/2026), untuk melakukan identifikasi masalah kesehatan masyarakat berbasis data lapangan.
Kegiatan PBL ini menjadi sarana strategis bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori yang diperoleh di bangku perkuliahan ke dalam praktik nyata di tengah masyarakat. Kehadiran mahasiswa disambut langsung oleh Kepala Desa Lama, Bapak Nizar Laksamana Tarigan, bersama perangkat desa dan para kepala dusun setempat, dalam suasana penuh keakraban dan kolaborasi.
Proses serah terima mahasiswa didampingi oleh perwakilan Fakultas Ilmu Kesehatan UNPRI, yakni Dr. Rapael Ginting, SKM., M.Kes dan Dr. Hartono, SKM., M.Kes., yang memastikan seluruh rangkaian kegiatan PBL berjalan sesuai standar akademik, etika profesi, serta prinsip pengabdian kepada masyarakat.
Pendataan Kesehatan Keluarga Secara Komprehensif
Selama pelaksanaan PBL, mahasiswa melakukan pengumpulan data melalui kuesioner terstruktur dengan cakupan yang komprehensif. Pendataan meliputi kondisi sosial ekonomi keluarga, seperti tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, dan rata-rata penghasilan rumah tangga, yang menjadi faktor penting dalam menentukan status kesehatan masyarakat.

Selain itu, mahasiswa juga melakukan pendataan epidemiologi penyakit, baik penyakit menular maupun tidak menular, yang dialami anggota keluarga dalam satu bulan terakhir. Aspek Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) turut menjadi perhatian, termasuk kepemilikan balita, status imunisasi dasar, praktik pemberian ASI eksklusif, serta partisipasi keluarga dalam program Keluarga Berencana (KB). Tidak kalah penting, mahasiswa mengidentifikasi perilaku Keluarga Sadar Gizi (KADARZI), seperti kebiasaan penimbangan berat badan dan penggunaan garam beryodium dalam rumah tangga.
Inspeksi Sanitasi Lingkungan Rumah Tangga
Sebagai bagian dari pendekatan promotif dan preventif, mahasiswa juga melakukan inspeksi kesehatan lingkungan di setiap rumah tangga. Pemeriksaan meliputi kepemilikan dan kondisi jamban, jarak penampungan tinja dengan sumber air bersih, serta kualitas fisik air sumur gali berdasarkan warna, rasa, dan bau.
Mahasiswa turut mengevaluasi sistem Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) dan pola pengelolaan sampah rumah tangga, yang berperan penting dalam pencegahan penyakit berbasis lingkungan.
Sinergi Akademisi dan Masyarakat
Pihak Fakultas Ilmu Kesehatan UNPRI berharap kegiatan PBL ini tidak hanya menjadi wahana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Lama, khususnya dalam memetakan masalah kesehatan secara objektif dan berbasis data.
Data yang dikumpulkan akan dianalisis secara sistematis untuk menjadi dasar perencanaan intervensi kesehatan masyarakat yang tepat sasaran, sekaligus memperkuat sinergi antara institusi pendidikan dan pemerintah desa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya diasah kemampuan akademiknya, tetapi juga keterampilan komunikasi, empati sosial, dan profesionalisme sebagai calon tenaga kesehatan masyarakat yang siap terjun ke dunia kerja.(REL/MBB)








