Home / Kampus / Polmed Laksanakan Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Bencana dari Kemendiktisaintek

Polmed Laksanakan Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Bencana dari Kemendiktisaintek

KampusMedan – Medan, Mahasiswa Politeknik Negeri Medan (Polmed) bersama Society of Renewable Energy (SRE) Politeknik Negeri Medan, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui inovasi dan bantuan cold storage bagi masyarakat yang terdampak bencana di Aceh Tamiang.

Cold storage tersebut dirancang sebagai fasilitas penyimpanan dingin, yang dapat membantu masyarakat menyimpan hasil perikanan dan bahan pangan agar tetap segar lebih lama. Dengan adanya fasilitas ini, masyarakat diharapkan dapat mengurangi kerugian akibat bahan makanan yang cepat rusak, terutama setelah bencana

.Program ini dilaksanakan pada masa pemulihan pascabencana, ketika masyarakat Aceh Tamiang sedang berupaya untuk kembali menjalankan aktivitas ekonomi mereka. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi masyarakat setelah bencana adalah menjaga hasil perikanan dan bahan pangan agar tidak cepat rusak.

Tanpa fasilitas penyimpanan yang memadai, banyak hasil tangkapan yang harus segera dijual dengan harga murah atau bahkan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

Aceh Tamiang dipilih sebagai lokasi kegiatan karena daerah ini terdampak bencana, dan memiliki banyak masyarakat yang menggantungkan hidup pada hasil perikanan serta bahan pangan segar. Oleh karena itu, instalasi dan penyerahan inovasi cold storage dilakukan langsung kepada masyarakat setempat, agar dapat segera dimanfaatkan.

Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa memulai kegiatan dengan merancang sistem cold storage yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selanjutnya, berbagai komponen dan peralatan dibawa langsung ke Aceh Tamiang untuk dilakukan proses perakitan, instalasi, hingga pengujian alat.

Proses tersebut juga melibatkan masyarakat setempat agar mereka dapat memahami cara kerja, penggunaan, serta perawatan cold storage tersebut. Setelah sistem berhasil dinyalakan dan berfungsi dengan baik, tim juga memberikan edukasi kepada warga mengenai cara penggunaan dan perawatan alat agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Program ini juga terlaksana berkat dukungan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, SRE Indonesia serta Paragon Corp, yang turut membantu sehingga inovasi ini dapat diwujudkan dan dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.

Melalui kegiatan ini, para mahasiswa tidak hanya menghadirkan sebuah teknologi, tetapi juga membawa semangat kepedulian, kolaborasi, dan harapan bagi masyarakat Aceh Tamiang. Mereka meyakini bahwa ilmu yang dipelajari di bangku perkuliahan akan jauh lebih bermakna ketika dapat diterapkan untuk membantu masyarakat secara langsung.

Bagi mereka, inovasi bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang bagaimana teknologi tersebut mampu membantu masyarakat untuk bangkit dan melangkah maju kembali setelah bencana. (REL/MBB)

Tag:

Tinggalkan Balasan