KampusMedan – Medan, Dalam memperingati Perayaan Paskah tahun 2026, selain melaksanakan Ibadah Subuh (Ibadah Buha Buha Ijuk) Pukul 05.00 WIB, Ibadah Pukul 07.30 WIB, Ibadah Pukul 10.00 WIB dan Ibadah Pukul 17.00 WIB, HKBP Medan Sudirman juga menggelar beragam kegiatan, antara lain Pawai Obor, Lomba Menghias Telur Paskah antar wijk, lomba mencari telur paskah bagi anak sekolah minggu dan membagikan Telur Paskah kepada pengendara, Minggu (5/4/2026).
Menurut Ketua Panitia Paskah, St,Purnama Simanjuntak, beragam kegiatan tersebut dimaksudkan untuk lebih memeriahkan Perayaan Paskah tahun ini. Menurutnya, seluruh anggota panitia sudah bekerja keras dan berpartisipasi aktif melaksanakan kegiatan tersebut.
Kegiatan Pawai Obor diikuti ratusan jemaat, diawali dengan penyalaan obor oleh Pendeta Resort Pdt.Banner Siburian MTh di halaman gereja, dan kemudian dilepas menuju Jln.Imambonjol kemudian pulang dari Jln.Samanhudi. Begitu tiba kembali di halaman gereja, jemaat tersebut mendapatkan minuman Teh Manis/Kopi, Bubur Kacang Hijau dan Telur Paskah.
Lomba menghias Telur Paskah antar wijk juga diikuti sejumlah peserta. Lomba yang digelar di Ruang Sekolah Minggu ini berlangsung seru, karena selain berlomba estetik dan punya pesan yang bermakna, juga berlomba dengan waktu. Tampil sebagai Juara I Wijk Sekip Silalas, Juara II Wijk Kampung Baru dan Juara III Wijk Kampung Anggrung.

Kegiatan membagikan Telur Paskah kepada sejumlah pengendara langsung dipimpin Ketua Panitia, St.Purnama Simanjuntak, didampingi St.Roni Halomoan Simanjuntak, St, Rikson Gultom, St.Sevlin Rosdiana Tambunan, St.Mutiara Sondang Sinaga, St,Monang Simanjuntak dan anggota panitia lainnya. Kegiatan ini dilaksanakan di persimpangan traffic light di depan gereja dan traffic light dekat SPBU di Jln.Sudirman Medan.

Lomba mencari Telur Paskah dikoordinir oleh Pdt.Agustina Simaremare STh. Telur paskah disebarkan di halaman gereja dan halaman perkantoran gereja. Panitia menyebarkan sejumlah Telur Paskah dengan tulisan berantai berisi Firman Tuhan, dan bagi yang mendapatkannya diberikan hadiah, sebagai bentuk apresiasi kepada anak-anak sekolah minggu tersebut. Hadiah langsung diserahkan Pdt.Banner Siburiabn MTh, sambil memberikan pesan paskah kepada anak-anak sekolah minggu.

Renungan Paskah yang disampaikan Pendeta Resort Pdt.Banner Siburian,MTh, diambil dari 1 Korintus 15: 54-55, mengatakan bahwa sengat maut dan kematian telah dipatahkan dan dikalahkan Tuhan Yesus.
“Paskah (dari kata Ibrani “pasakh”), berarti: Allah melewatkan dan menghantarkan kita ke dunia seberang bersama Tuhan. Tuhan membawa kita keluar dari kegelapan dan menghantar kita kepada terang serta keselamatan bersama Tuhan, dari perbudakan dosa kepada keselamatan di dalam Kristus”,tegasnya.
Menurutnya, kebangkitan adalah kepastian dan garansi pengampunan dosa dan keselamatan kita, Kebangkitan menjadi bukti historis karya kemenangan Allah menaklukkan sengat dosa dan maut. Kebangkitan adalah fakta sejarah, sehingga kita dapat percaya dan terus percaya kepadaNya (“so that we can believe and continue to believe”). Kematian bukan kata terakhir untuk setiap orang percaya, tetapi kebangkitan dan kemenangan bersama Kristus.
Kebangkitan adalah titik berangkat iman kita. Kata Paulus: “Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah kepercayaan kamu” (ayat 14). Bila Kristus tidak bangkit, tak ada gunanya kita berdoa, karena Dia tidak mendengar doa kita; tidak ada gunanya membaca Alkitab, karena firmanNya tidak berkuasa. Bila Kristus tidak bangkit, tidak ada gunanya kita percaya, sebab Dia adalah pahlawan yang gugur di medan perang.
Pdt.Banner Siburian MTh mengatakan, ada beberapa ajaran sesat yang hendak meruntuhkan iman kita akan kebangkitan Yesus. Misalnya: i): Gnostik menyebut Yesus tidak benar-benar mati disalibkan, tetapi seseorang yang mirip wajahnya dengan Yesus, dan dalam sekejab Yesus sudah terangkat ke surga sebelum penyaliban. ii): Teori dan rekayasa pencurian mayat Yesus, sehingga Dia tidak benar-benar bangkit. iii) Ketiga: Teori halusinasi, bahwa para murid dan Perempuan itu mengalami halusinasi (“paberengberengon”), sehingga Yesus tidak benar mati dan bangkit. iv): Teori salah kuburan, bahwa makam Yesus itu salah lihat, itu adalah makam orang lain yang sudah digali. v): Rekayasa para murid, yang mengarang cerita bahwa Yesus itu bangkit.

“Ia telah dikuburkan dan dibangkitkan pada hari yang ketiga sesuai dengan Kitab Suci (ayat 3-4). Buktinya adalah kubur yang kosong, kain kafan terlipat rapi, dan batu penutup kubur telah terguling. Bahkan Ia telah menampakkan diri ke berbagai golongan, baik secara pribadi, kelompok dan komunitas, kepada Kefas, kepada ke-12 muridNya, kepada lebih 500 saudara/i sekaligus, kepada Yakobus lalu kepada Paulus (ayat 5-8). Penampakan diri Yesus ini sungguh adalah bukti kebangkitanNya, sebagai fakta historis yang mustahil diingkari”,jelasnya..
Paulus mengaku bahwa dialah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, karena telah menganiaya jemaat Allah (ayat 9). Dia merasa tidak layak, namun telah dilayakkan oleh Tuhan lewat kasih karuniaNya. Memang, tanpa Kristus, kita tidak ada apa-apanya. Tanpa Kristus, kita bukanlah siapa-siapa (ayat 10). Namun, kasih karunia itu tidak sia-sia, karena oleh karena kasih karunia itulah dia telah bekerja lebih keras ketimbang mereka semua (“gumodang do na huulahon sian nasida saluhutna”).
Kristus telah bangkit. Marilah kita bangkit menjadi muridNya. KebangkitanNya membuat kita menjadi missioner, melayani lebih giat dalam pekerjaan Tuhan (1 Kor 15:58). “Marilah kita juga bangkit bersama Kristus dengan menghidupi kebangkitanNya dalam hidup keugaharian kita. Bersaksi menjadi gaya hidup keugaharian kita, dengan memberitakan Injil, lewat tutur kata yang menyembuhkan maupun dengan kinerja kita yang terbaik dan terhormat. Kita bangkit menjadi saksi Kristus untuk melanjutkan terus karya pemberitaan Injil (“ongoing ministry”) dalam setiap detak nadi dan degup jantung kita”,paparnya.(RED/MBB)








