KampusMedan – Selangor, Ketua Inkubator Bisnis dan Teknologi Universitas Prima Indonesia (IBT UNPRI), Dede Ansyari Guci, S.E., M.Sc., Ph.D, menghadiri undangan sebagai pembicara dan panelis dalam kegiatan 3rd International Conference on Islamic Studies and Social Sciences (ICISSS) 2026, yang diselenggarakan pada di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Bangi, Selangor, Malaysia, pada 1-2 Oktober 2026.
Konferensi internasional ini diselenggarakan oleh Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia, bekerja sama dengan Pusat Alumni UniSZA Chapter Indonesia. Kegiatan ICISSS 2026 dihadiri oleh peserta, akademisi, peneliti, dan praktisi dari sejumlah negara, diantaranya Indonesia, Malaysia, Palestina, dan Nigeria.
Kehadiran peserta lintas negara tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pertukaran pengetahuan, memperkuat jejaring akademik internasional, serta membangun kolaborasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Dede Guci membawakan topik ilmiah berjudul “Digital Transformation and MSME Performance in Medan: The Roles of Digital Marketing, E-Commerce, Fintech, and Digital Literacy”. Topik ini membahas transformasi digital dan kaitannya dengan kinerja usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Medan, dengan menyoroti peran pemasaran digital, perdagangan elektronik (e-commerce), teknologi finansial (fintech), serta literasi digital.
Menurut Dr. Dede Guci, transformasi digital merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam pengembangan UMKM, terutama dalam menghadapi perubahan perilaku konsumen, perkembangan teknologi, dan persaingan pasar yang semakin dinamis.
Pemanfaatan teknologi digital tidak hanya berkaitan dengan aktivitas promosi dan pemasaran, tetapi juga mencakup perluasan akses pasar, kemudahan transaksi, pengelolaan keuangan, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam mengambil keputusan bisnis.
Melalui topik tersebut, ia juga menyoroti pentingnya literasi digital sebagai salah satu faktor pendukung agar pelaku UMKM mampu memanfaatkan teknologi secara tepat, produktif, dan berkelanjutan. Penggunaan platform digital perlu disertai dengan kemampuan memahami peluang pasar, mengelola transaksi secara aman, membangun hubungan dengan pelanggan, serta mengevaluasi kinerja usaha berdasarkan data dan informasi yang tersedia.
Partisipasinya dalam konferensi ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan perspektif akademik dan pengalaman pengembangan kewirausahaan di Kota Medan kepada komunitas akademik internasional. Selain menyampaikan materi sebagai speaker, Dr. Dede juga berpartisipasi sebagai panelis dalam diskusi ilmiah bersama peserta dan pembicara dari berbagai latar belakang negara serta institusi.
Sebagai Ketua IBT UNPRI, keterlibatan Dr. Dede dalam forum internasional tersebut relevan dengan peran inkubator bisnis dan teknologi dalam mendorong pengembangan kewirausahaan, komersialisasi hasil riset, serta peningkatan kapasitas UMKM dan pelaku usaha rintisan. Forum seperti ICISSS juga membuka peluang pertukaran gagasan mengenai pendekatan pengembangan bisnis yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Dr. Dede menyampaikan harapannya agar partisipasi dalam ICISSS 2026 dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat hubungan kerja sama antara perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia maupun negara lainnya.

“Harapan saya, forum internasional seperti ICISSS tidak hanya menjadi ruang untuk mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga menghasilkan gagasan dan kolaborasi yang dapat diimplementasikan untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat. Khususnya dalam pengembangan UMKM, saya berharap transformasi digital dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, memperkuat daya saing, dan mendorong keberlanjutan usaha,” ungkap Dr. Dede.
Ia juga berharap hasil kajian mengenai pemasaran digital, e-commerce, fintech, dan literasi digital dapat menjadi masukan bagi perguruan tinggi, pemerintah, komunitas bisnis, serta para pemangku kepentingan dalam merancang program pendampingan UMKM yang lebih terarah dan berbasis kebutuhan pelaku usaha.
Lebih lanjut, Dr. Dede menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan pengetahuan, inovasi, dan kewirausahaan. Melalui Inkubator Bisnis dan Teknologi UNPRI, ia berharap hasil penelitian akademik dapat terus dikembangkan menjadi inovasi yang memiliki nilai ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap sinergi antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan kolaborasi tersebut, perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga mampu mendorong lahirnya inovasi, wirausaha baru, dan UMKM yang tangguh serta mampu bersaing di era ekonomi digital,” tambahnya.
Keikutsertaan Ketua IBT UNPRI dalam ICISSS 2026 diharapkan dapat memperkuat kontribusi Universitas Prima Indonesia dalam jejaring akademik internasional, pengembangan riset terapan, serta penguatan ekosistem kewirausahaan dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.(RIL/MBB)









