KampusMedan – Medan, Universitas HKBP Nommensen (UHN) kembali menegaskan perannya sebagai ruang strategis penguatan nilai kebangsaan melalui kegiatan Pidato Kebangsaan dan Kuliah Umum dengan tema “Penguatan Ideologi Pancasila di Tengah Geopolitik Global: Mewujudkan Indonesia Emas 2045”, yang menghadirkan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, H. Ahmad Muzani, sebagai pembicara utama ini berlangsung pada Senin, 26 Januari 2025, di Aula Lantai 6 Fakultas Kedokteran.
Kuliah umum ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat pemahaman dan komitmen generasi muda, khususnya mahasiswa terhadap nilai-nilai luhur Pancasila dalam menghadapi dinamika dan tantangan global.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas HKBP Nommensen, Dr. Richard A. M. Napitupulu, ST., MT., dan dimoderatori oleh Prof. Dr. Drs. Marlan Hutahaean, M.Si, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UHN Medan.
Rektor Universitas HKBP Nommensen, Dr. Richard A. M. Napitupulu, ST., MT, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Ketua MPR RI di Kampus UHN. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi sivitas akademika untuk memperluas wawasan kebangsaan serta memperkuat komitmen UHN dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berjiwa nasionalis.
“Pada kesempatan ini saya juga ingin menyampaikan bahwa selama ini UHN Medan telah menjadikan mata kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan sebagai mata kuliah dasar umum yang wajib diampu oleh seluruh mahasiswa di tiap fakultas masing-masing. Hal ini menguatkan dukungan UHN terhadap program Bapak Presiden Prabowo sebagai pengejawantahan Asta Cita dalam mencapai Indonesia Emas 2045 yang salah satu isinya adalah “Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi dan hak asasi manusia (HAM),” tegas rektor.
Dalam paparannya, Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila, sebagai fondasi utama bangsa Indonesia dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. “Sebuah bangsa yang besar, Indonesia tidak boleh terlalu bergantung pada negara lain, terutama dalam hal ketahanan pangan dan ketahanan energi. Swasembada pangan menjadi sangat penting, termasuk mengurangi ketergantungan pada impor beras. Tahun ini, kita patut bersyukur karena Indonesia tidak banyak melakukan impor beras, sehingga berdampak pada menurunnya harga pangan. Hal yang sama juga berlaku untuk sektor energi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ketua MPR RI mengapresiasi kontribusi Universitas HKBP Nommensen, sebagai institusi pendidikan dalam menjadikan mata kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan sebagai mata kuliah dasar umum.
“Dalam konteks membangun sumber daya manusia yang unggul, kita apresiasi kontribusi institusi Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen. Lembaga ini, yang dibangun atas dasar keyakinan dan keimanan, telah berkontribusi besar bagi peradaban bangsa melalui jalur pendidikan. Seperti harapan Bapak Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, pendidikan adalah jalan utama untuk mengentaskan kebodohan, kemiskinan dan pengangguran. Ini adalah ikhtiar bangsa dalam memperbaiki kualitas SDM kita”,tambahnya/
Menurutnya, selain aspek ekonomi, Indonesia juga berdiri di atas fondasi ideologi yang kuat, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika. “Kesadaran bahwa kita berbeda-beda tetapi tetap satu, satu tetapi tetap berbeda, telah lama ditanamkan. Namun, itu saja tidak cukup. Dalam penyelenggaraan negara, kita tidak boleh membiarkan korupsi merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara”,tegasnya.
Acara yang dihadiri oleh rektorat, pimpinan fakultas , dosen, pegawai, ratusan mahasiswa, dan tamu undangan ini berlangsung interaktif dan ditutup dengan sesi foto bersama. Melalui kuliah umum ini, Universitas HKBP Nommensen berharap dapat terus memantik semangat kebangsaan dan memperdalam implementasi nilai-nilai Pancasila dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, untuk ikut serta mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Turut hadir Dr. Suwartono, M.H.,Direktur Pendidikan Khusus / Direktur Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia, Lom Lom Suwondo, S.Sos Wakil Bupati Deli Serdang, H. Ade Jona Prasetyo, S.H., M.H., M.M Anggota DPR RI Komisi XII Dapil Sumut I, H. Sugianto Santoso, S.E., M.S.P Wakil Ketua Komisi XIII (13) Dapil Sumut 3, Paian Purba, S.H Anggota DPRD Kabupaten Deli Serdang, Meirin Sitompul anggota DPRD Kabupaten Toba, Thomas Dachi Wakil Ketua Bapemperda DPRD Prov. Sumut, Meryawaty Amelia Prasetio Bendahara DPD Partai Gerindra Sumut, Dr. Kiki Handoko, S.H., M.Kn Wakil Ketua Fraksi DPRD Prov. Sumut.(REL/MBB)








